Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Internasional

Nissan Mengaku Palsukan Data Emisi di Jepang

Bagikan:

Hidayatullah.com—Produsen mobil Jepang Nissan mengakui memalsukan data tes emisi gas buang kendaraan-kendaraannya di sebagian besar pabriknya di Jepang.

Dilansir BBC Senin (9/7/2018), Nissan tidak mengungkap berapa banyak mobil yang dipalsukan datanya, tetapi mengatakan bahwa data uji emisi dan keiritan bahan bakar sudah disimpangkan dari yang seharusnya terekam.

Pabrikan mobil itu menambahkan bahwa laporan inspeksi yang dibuat ditulis berdasarkan “hasil pengukuran yang diakali” tersebut.

Nissan berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus tersebut.

Selain tidak mengungkap berapa banyak mobil yang dipalsukan datanya, Nissan juga tidak menjelaskan apakah pemalsuan data emisi dan keiritan bahan bakar itu terjadi pula di pabrik-pabriknya di luar Jepang.

Nissan mengatakan sudah mengecek ulang data “yang dapat diandalkan” dan mengkonfirmasi bahwa semua kendaraannya, kecuali mobil sport GT-R, sudah memenuhi standar keselamatan di Jepang. Pihak perusahaan tidak menjelaskan mengapa GT-R dikecualikan.

Menyusul pengumuman tersebut harga saham Nissan turun lebih dari 4,5% hari Senin ini.

Tahun 2017, Nissan me-recall 1,2 juta kendaraan produksinya di Jepang setelah pihak regulator menyatakan mobil-mobil Nissan tidak memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan di Jepang.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Mahasiswa RI Raih Doktor dengan Musyarrif  Jiddan di Universitas Muhammed V Rabat

Mahasiswa RI Raih Doktor dengan Musyarrif Jiddan di Universitas Muhammed V Rabat

Vonis Mati Dikukuhkan atas Pro-Mursy Pelempar Remaja Mesir dari Ketinggian

Vonis Mati Dikukuhkan atas Pro-Mursy Pelempar Remaja Mesir dari Ketinggian

Diterjang Gustav, Satu Juta Warga AS Dievakuasi

Diterjang Gustav, Satu Juta Warga AS Dievakuasi

Bulan Sabit Merah Turki akan Kirim 8,5 Ton Obat-obatan ke Gaza

Bulan Sabit Merah Turki akan Kirim 8,5 Ton Obat-obatan ke Gaza

Kanselir Jerman Sebut Islam Milik Jerman

Kanselir Jerman Sebut Islam Milik Jerman

Baca Juga

Berita Lainnya