Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Uskup Agung Adelaide Dibui karena Sembunyikan Kasus Pendeta Pedofil

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang uskup agung Katolik Australia dijatuhi hukuman kurungan 12 bulan karena menyembunyikan kasus pencabulan anak oleh pendeta di era 1970-an.

Philip Wilson, sekarang menjabat uskup agung Adelaide, saat ini tercatat sebagai rohaniwan Katolik paling senior di dunia yang dinyatakan bersalah dan dihukum dalam kasus pendeta pedofil.

Bulan lalu dia dinyatakan bersalah oleh pengadilan menyembunyikan kasus pencabulan terhadap anak-anak altar yang dilakuka oleh rekannya pendeta James Patrick Fletcher di New South Wales.

Hari Selasa (3/7/2018), pengadilan memerintahkan agar dikaji kemungkinan Wilson ditempatkan dalam “tahanan rumah”, yang artinya ada kemungkinan baginya tidak meringkuk dalam sel penjara, lapor BBC.

Hakim pengadilan rendah Robert Stone mengatakan rohaniwan senior Katolik itu tidak menunjukkan penyesalan. Dia baru boleh mengajukan pembebasan bersyarat setelah enam bulan.

Dalam putusannya, hakim Stone mengatakan bahwa Wilson –yang kala itu masih pendeta junior– sengaja tidak melaporkan pencabulan yang dilakukan Fletcher kepada polisi demi melindungi reputasi gereja Katolik

Fletcher pada tahun 2004 dinyatakan bersalah dalam 9 dakwaan pedofil, tetapi dia meninggal dunia dua tahun kemudian.

Di pengadilan Wilson dan pengacaranya berusaha mengelak dari tuduhan dengan mengatakan Uskup Agung Adelaide berusia 67 tahun itu menderita penyakit Alzhaimer.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Raja Saudi: Terorisme Jelekkan Citra Islam di Mata Dunia

Raja Saudi: Terorisme Jelekkan Citra Islam di Mata Dunia

Turki Beli Jet Tempur F-35 dari AS

Turki Beli Jet Tempur F-35 dari AS

Mantan Jenderal Amerika Minta Israel Dibekali Rudal Tembus Bungker

Mantan Jenderal Amerika Minta Israel Dibekali Rudal Tembus Bungker

Karzai Tidak Maafkan Obama

Karzai Tidak Maafkan Obama

Spanyol Membatalkan Pertandingan Polo Air Perempuan ‘Israel’

Spanyol Membatalkan Pertandingan Polo Air Perempuan ‘Israel’

Baca Juga

Berita Lainnya