Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Lagi, 5 Orang Dibantai di India karena Rumor di Whatsapp

Bagikan:

Hidayatullah.com—Lima pria dibantai oleh kerumunan warga yang mengamuk di negara bagian Maharashtra, India, menyusul beredarnya rumor di Whatsapp tentang penculikan anak.

Dua belas orang ditangkap karena pembantaian itu, yang terjadi pada hari Ahad (1/7/2018), kata pihak kepolisian kepada BBC Marathi.

Polisi memberlakukan jam malam di desa tersebut, karena dituasi masih panas dan polisi mendatangkan pasukan tambahan.

Mereka mengatakan bahwa orang dari komunitas nomaden sering melewati desa tersebut sambil meminta-minta, dan mereka sedang melakukan kebiasaan itu ketika peristiwa terjadi.

Salah satu pria dari komunitas nomaden itu diduga terlihat berbicara dengan seorang anak perempuan. Warga desa lantas curiga dan menanyai mereka.

“Oleh karena warga desa tidak puas dengan jawaban orang-orang nomaden itu, mereka lantas membawa sejumlah pria nomaden ke sebuah ruangan dan mulai memukulinya dengan bilah bambu dan batu,” kata Ramkumar, seorang pejabat senior kepolisian kepada reporter BBC Marathi.

Rumor sepertinya beredar luas melalui Whatsapp, kata Ramkumar.

Ketika polisi datang ke lokasi, warga yang marah juga menyerang petugas, imbuhnya.

Lima korban sudah diidentifikasi, mereka adalah Bharat Bhosale, Dadarao Bhosale, Raju Bhosale, Aganu Hingole dan Bharat Mawale.

“Ini insiden yang sangat serius dan sangat disayangkan,” kata Dada Bhuse, seorang anggota legislatif setempat kepada BBC. “Kami akan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap penuduh dan mereka yang menyebarkan rumor ini.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Al-Azhar Sangkal Rencana Merger dengan Sistem Pendidikan Nasional

Al-Azhar Sangkal Rencana Merger dengan Sistem Pendidikan Nasional

Mahathir: Goldman Sachs Tawarkan Kompensasi Cuma RM1 Miliar untuk Kasus 1MDB

Mahathir: Goldman Sachs Tawarkan Kompensasi Cuma RM1 Miliar untuk Kasus 1MDB

Pemerintah Australia Siapkan A$100 Juta untuk Menanggulangi KDRT

Pemerintah Australia Siapkan A$100 Juta untuk Menanggulangi KDRT

Pasca Qadhafi Perusahaan Konstruksi Amerika Mengeruk Untung di Libya

Pasca Qadhafi Perusahaan Konstruksi Amerika Mengeruk Untung di Libya

Sekelompok Nenek Rusia Perbaiki Sendiri Jalan Berlubang di Kampungnya

Sekelompok Nenek Rusia Perbaiki Sendiri Jalan Berlubang di Kampungnya

Baca Juga

Berita Lainnya