Malaysia Mengembalikan Produk Sarden dari China setelah Ditemukan Cacing  

Maret 2018 lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau mengungkapkan 27 merk ikan kalengan atau Sarden Makarel mengandung cacing parasit

Malaysia Mengembalikan Produk Sarden dari China setelah Ditemukan Cacing  

Terkait

Hidayatullah.com–Produk ikan sarden asal China  yang mengandung cacing, akan dikembalikan kepada pihak eksportir, demikian kata Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro Malaysia, Salahuddin Ayub sebagaimana dikutip Kantor Berita Bernama.

Dia mengatakan berdasarkan informasi yang didapat, RANESA sarden dalam kaleng telah diimpor oleh Malaysia tetapi tidak ada kejadian penemuan cacing.

“Untuk sarden merek sama yang sudah ada di pasar, itu di bawah yurisdiksi Kementerian Kesehatan untuk tindakan. Untuk dua kontainer yang ditahan itu kita akan pulangkan kembali kepada mereka (China).

“Justru, syabas kepada Departemen Layanan Karantina dan Inspeksi Malaysia (MAQIS) atas efisiensi mendeteksi dua buah kontainer membawa produk sarden kaleng (impor) dari China yang mengandung cacing,” katanya kepada para wartawan di kantornya hari Rabu (27 Juni 2018).

Baca: BPOM Minta Sarden “Farmer Jack” Ditarik dari Peredaran karena Kandungan Cacing Parasit

Pada 14 Mei lalu, MAQIS menemukan cacing yang dapat menyebabkan penyakit anisakiasis kepada manusia di dalam sampel kaleng sarden dari China yang dibawa masuk melalui North Butterworth Container Terminal (NBCT) Penang.

Cacing ditemukan melalui pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel pada beberapa kaleng sarden yang tiba di dalam dua kontainer berisi ‘Canned Mackerel in Tomato Sauce’ merek RANESA yang ditahan di NBCT dengan perkiraan berat 36,720 kilogram senilai sekitar $ 67,690.

Mengulas lanjut, Bapak Salahuddin mengatakan pemeriksaan dan penegakan terhadap produk dan merek makanan lain terutama sarden di dalam kaleng di 57 pintu masuk seluruh negara akan ditingkatkan dengan bantuan MAQIS untuk memastikan produk tersebut memenuhi standar ditetapkan.

Pemerintah tidak hanya bertanggung jawab untuk menyediakan pasokan makanan yang cukup tetapi harus memastikan itu berkualitas tinggi dan ancaman berbahaya, katanya.

Baca: BPOM Ambon Pantau Penarikan Suplemen Makanan Ber-DNA Babi

Di Indonesia kasus serupa juga pernah terjadi. Maret 2018 lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau mengungkapkan 27 merk ikan kalengan atau Sarden Makarel dari pasaran yang menunjukan hasil pengujian positif mengandung parasit cacing.

Ada 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.  Hasil pengujian BPOM Kepri terhadap 541 sampel makarel kaleng yang terdiri dari 66 merek menunjukkan, 27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing, didominasi produk impor. Adapun produk dalam negeri bahan bakunya juga berasal dari impor.

Sebanyak 27 merek makarel kaleng yang mengandung cacing, terdiri dari 138 bets di antaranya makarel kaleng merek ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr Fish, dan Farmer Jack. Kemudian makarel kaleng Fiesta seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King Fisher, LSC, Maya, Nago atau Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TLC serta makarel kaleng TSC.*

Rep: Ahmad

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !