Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Lebih 200 Kematian dalam Aksi Kekerasan di Nigeria Jelang Pemilu

monitor
Bagikan:

Hidayatullah.com–Lebih dari 200 orang yang selamat mengikuti kekerasan di komunitas petani pekan lalu di wilayah Plateau, bagian tengah Nigeria, menurut Gubernur Negara Bagian Plateu Simon Lalong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari hari Rabu.

Menurut Lalong, kekerasan yang terjadi pekan lalu itu, menjadi peristiwa paling berdarah tahun ini dalam kerusuhan komunal yang kerap terjadi di negara tersebut. Dia mengatakan, kekerasan komunal di Nigeria juga tengah meningkat, tulis Reuters.

Menurut Lalong, serangan seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu itu secara luas dikaitkan dengan siklus konflik yang telah berlangsung puluhan tahun antara petani dan penggembala semi-nomaden. Dia mengatakan, penyebab konflik sebagian disebabkan oleh persaingan untuk lahan subur.

Konflik tersebut telah menjadi masalah menyangkut lintas etnis dan agama. Lalong mengatkaan, Kekerasan kerap dilakukan oleh penggembala dari kelompok etnis Fulani, yang sebagian besar adalah Muslim dan petani Kristen dari suku lain.

Baca: Puluhan Pelajar Putri Nigeria Diselamatkan dari Penculikan

Kekerasan di berbagai negara bagian yang berada di kawasan Middle Belt Nigeria kini telah menewaskan lebih banyak orang tahun ini daripada gerilyawan di timur laut Nigeria. Masalah keamanan nasional telah menjadi isu utama bagi presiden Buhari yang ingin melanjutkan kekuasaanya di Nigeria melalui pemilu pada Februari nanti.

Polisi menuduh penggembala ternak kekerasan, sebelumnya menyatakan bahwa 86 orang tewas. Namun, beberapa sumber lokal dari komunitas yang terkena dampak melaporkan bahwa lebih dari 100 orang meninggal.

Asosiasi utama yang mewakili peternak yang pindah, menyangkal bahwa mereka terlibat dalam pembunuhan itu.

Baca: Presiden Nigeria: Boko Haram Sedikit Lagi Bisa Ditaklukkan

Presiden Buhari yang terpilih sejak tahun 2015 pernah berjanji untuk mengatasi masalah keamanan nasional, terutama Boko Haram, yang telah menewaskan sedikitnya 20.000 orang sejak 2009 sebagai akibat dari pemberontakannya.

Namun, janjinya dipertanyakan selama konflik kekerasan yang sedang berlangsung antara peternak dan petani.

Awal bulan ini, anggota parlemen mengancam akan mengadili Presiden Buhari karena  terkait dengan keamanan.

Buhari, seorang pensiunan jenderal dan mantan penguasa militer yang menjabat pada  2015  bersumpah meningkatkan keamanan. Ia mengunjungi negara Plateau pada Selasa (26/06/2018).

Dia mengadakan pembicaraan dengan kepala parlemen di majelis tinggi dan rendah pada Rabu (27/06/2018) untuk membahas lonjakan kekerasan. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Yakubu Dogara,yang merupakan majelis rendah, mengatakan Buhari telah memberi penjelasan kepada anggota parlemen tentang apa yang dia lihat langsung ketika mengunjungi Plateau.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Filipina akan Beri Hadiahkan Untuk Pembunuh Pemberontak Komunis

Presiden Filipina akan Beri Hadiahkan Untuk Pembunuh Pemberontak Komunis

Washington Belum Memutuskan Pemindahan Kedutaan Tel Aviv ke Yerusalem

Washington Belum Memutuskan Pemindahan Kedutaan Tel Aviv ke Yerusalem

Badai Tropis Tembin Merenggut Nyawa >180 Warga Mindanao

Badai Tropis Tembin Merenggut Nyawa >180 Warga Mindanao

Tokoh Kenya Minta FBI Diusir Dari Negara itu

Tokoh Kenya Minta FBI Diusir Dari Negara itu

Larangan Hamil Tanpa Suami

Larangan Hamil Tanpa Suami

Baca Juga

Berita Lainnya