Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pesepakbola MacBeth Sibaya: Rasisme di Afsel Lebih Buruk Dibanding Rusia

Pesepakbola Afrika Selatan MacBeth Sibaya.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Mantan pemain klub sepakbola Bafana-Bafana MacBeth Sibaya mengatakan bahwa rasisme di negeri asalnya Afrika Selatan jauh lebih buruk dibanding apa yang dialaminya di Rusia.

Sibaya, yang sekarang sudah pensiun merumput di lapangan, selama tujuh tahun bermain untuk klub Rusia Rubin Kazan sejak 2003.

“Mereka sangat ingin tahu saya tidak menilainya sebagai rasisme, karena saya hidup di Afrika Selatan sehingga saya tahu benar apa rasisme itu,” kata Sibaya kepada BBC Sport Jumat (8/6/2018).

“Rasisme itu sebuah sistem dan saya tidak melihat ada sistem yang mengarahkan untuk membenci orang kulit hitam [di Rusia],” imbuhnya.

Pesepakbola berusia 40 tahun itu, yang tergabung dalam tim Piala Dunia Afsel 2002 dan 2010, mengakui bahwa di Rusia juga ada masalah, tetapi tidak sebesar seperti yang terjadi di Afrika Selatan.

“Saya tidak membantah bahwa [rasisme] itu terjadi, tetapi saya hidup di Afrika Selatan saya tahu rasisme di Rusia tidak seperti yang terjadi di sana,” kata Sibaya.

Dia juga menyampaikan sejummlah saran kepada orang-orang Afrika yang mengiringi tim kesebelasan favoritnya ke Piala Dunia.

“Saya sarankan mereka menjadi orang Afrika sebisa mungkin, karena itulah kekuatan kalian … Jangan coba-coba menjadi orang lain jika ingin bertahan hidup di manapun di dunia ini, kalian harus menjadi diri sendiri.” ujarnya.

Sibaya, yang sekarang menjadi pelatih bagi tim kesebelasan Afsel di bawah usia 19 tahun, mengaku tidak merasa terintimidasi ketika pertama kali menjejakkan kakinya di Kazan.

“Sambutan yang saya terima di Rusia cukup baik dan saya pada saat yang sama merasa aneh, karena pergi ke sebuah negara yang mana penduduknya tidak terbiasa melihat orang kulit hitam,” cerita Sibaya.

“Kala itu rambut saya gimbal, jadi mereka ingin menyentuh rambut saya dan melihat apakah itu benar-benar asli atau bagaiman rambut bisa tumbuh dan berwarna seperti itu.”

“Jadi, saya harus banyak menjelaskan tentang bagaimana rambut saya bisa terlihat seperti itu. Mereka hanya penasaran ingin mengetahui lebih banyak tentang orang Afrika,” kata Sibaya.

Lima negara Afrika: Mesir, Nigeria, Tunisia, Maroko, Senegal, lolos kualifikasi FIFA World Cup 2018 yang akan digelar di Rusia mulai tanggal 14 Juni sampai 15 Juli.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Grand Syeikh Azhar: Umat Islam Korban Sebenarnya Terorisme

Grand Syeikh Azhar: Umat Islam Korban Sebenarnya Terorisme

Pengungsi ke Yunani Meningkat Meningkat Meski Ada Kesepakatan Turki dan Uni Eropa

Pengungsi ke Yunani Meningkat Meningkat Meski Ada Kesepakatan Turki dan Uni Eropa

Turki: Hasil Penyelidikan Khashoggi akan Segera Diungkap

Turki: Hasil Penyelidikan Khashoggi akan Segera Diungkap

Tentara AS Diberi Kebebasan Menggunakan Identitas Agama

Tentara AS Diberi Kebebasan Menggunakan Identitas Agama

Hak Wanita Islam Dijamin, Tapi Ditekan oleh Tradisi yang Melanggar Syariah

Hak Wanita Islam Dijamin, Tapi Ditekan oleh Tradisi yang Melanggar Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya