Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kepala Staf Presiden Prancis Menghadapi Tuduhan Korupsi

Alexis Kohler dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Aparat kejaksaan Prancis yang menangani kasus-kasus korupsi memulai investigasi atas Alexis Kohler, kepala staf Presiden Emmanuel Macron, terkait hubungannya dengan perusahaan pelayaran raksasa asal Italia MSC.

Dilansir AFP, dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin (4/6/2018) disebutkan bahwa penyidik memeriksa Kohler sebagai aparatur sipil negara yang bekerja di Kementerian Perekonomian Prancis dari tahun 2012 sampai 2016. Tahun 2014 sampai 2016 –ketika Macron menjabat menteri perekonomian, Kohler menjabat sebagai direktur kabinet di kementerian itu.

Kantor kejaksaan kejahatan finansial nasional mengatakan pihaknya akan memeriksa apakah Kohler mematuhi peraturan tentang konflik kepentingan bagi aparatur sipil ketika menangani masalah-masalah berkaitan dengan MSC.

Ibu dari Kohler adalah sepupu Rafaela Aponte, istri dari Gianluigi Aponte yang mendirikan Mediteranian Shipping Company (MSC) pada 1970 dan mengembangkannya menjadi perusahaan pelayaran kontainer dan pelayaran kapal pesiar kelas dunia.

Situs berita investigasi Prancis, Mediapart, yang pertama kali mengungkap hubungan keluarga antara Kohler dengan pemilik MSC.

Hal tersebut yang kebudian dijadikan dasar oleh Anticor, kelompok pro-transparansi, menggugat hukum Kohler hari Jumat lalu, lapor AFP Senin (4/6/2018).

Kantor Macron hari Senin membantah tuduhan itu dengan menyebutnya sebagai tuduhan tidak berdasar.

“Alexis Kohler dengan senang hati akan mengirimkan kepada pihak kejaksaan semua dokumen yang menunjukkan dirinya mematuhi hukum sepanjang karir profesionalnya,” kata kantor kepresidenan dalam sebuah pernyataan.

Kohler meninggalkan knator Kementerian Ekonomi Prancis pada tahun 2016 untuk bekerja di kantor MSC di Swiss sebagai direktur keuangan. Meskipun demikian, di sela-sela waktunya dia masih bekerja dengan Macron yang ketika itu sedang berjuang agar terpilih menjadi presiden Prancis.

Menyusul kemenangan Macron dalam pilpres 2017, Kohler diberi jabatan tinggi di kantor kepresidenan pada Mei 2017.

Kohler, yang tidak terlalu senang diekspos media, dikenal memiliki hubungan akrab dengan Macron. Seorang staf yang mengenal keduanya mengatakan bahwa Kohler adalah “orang terakhir yang diajak bicara pada malam hari dan orang pertama yang diajak bicara pada pagi hari oleh Macron.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Somalia Tarik Dubesnya dan Mengusir Dubes Kenya Terkait Isu Jubbaland

Somalia Tarik Dubesnya dan Mengusir Dubes Kenya Terkait Isu Jubbaland

Konggres Mulai Pertanyakan Kebohongan Bush Soal Iraq

Konggres Mulai Pertanyakan Kebohongan Bush Soal Iraq

Saudi Minta Pemukim Yahudi Masuk Daftar Teroris dan Diadili

Saudi Minta Pemukim Yahudi Masuk Daftar Teroris dan Diadili

Pejabat Iraq Desak Berlakukan Hukum Islam

Pejabat Iraq Desak Berlakukan Hukum Islam

AS Pun Pernah Mencap Mandela sebagai Teroris

AS Pun Pernah Mencap Mandela sebagai Teroris

Baca Juga

Berita Lainnya