Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Gelas Kopi Plastik Sekali Pakai Terlarang di Kantor Pemerintah Skotlandia

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintah Skotlandia melarang penggunaan gelas kopi sekali pakai di lingkungan kantor pemerintah guna mengurangi sampah plastik.

Terhitung hari Senin 4 Juni 2018, minuman panas hanya boleh disajikan dalam gelas-gelas mug yang dapat dipakai berulang kali.

Dilansir BBC Selasa (29/5/2018), para staf sudah diberitahu mengenai perubahan itu dan alternatifnya mulai diperkenalkan bulan Mei ini guna memberikan kesempatan mereka beradaptasi.

Larangan tersebut berlaku untuk semua minuman panas yang dibeli di kantin, restoran dan kafe di are gedung perkantoran St. Andrew’s House, Saughton House, Victoria Quay, Atlantic Quay, Manrine Lab, serta Buchanan House.

Minuman nantinya harus disajikan dalam gelas-gelas keramik bagi mereka yang menikmatinya di tempat dan staf yang membelinya untuk dibawa dan dinikmati di tempat lain didorong untuk membawa wadahnya sendiri.

“Dengan menghilangkan penggunaan gelas kopi sekali pakai di gedung-gedung utama, kita akan mencegah 450.000 gelas [plastik] dibuang setiap tahunnya… Jumlah itu cukup untuk menutupi jarak antara Edinburgh dan Dundee,” kata Menteri Lingkungan Skotlandia Roseanna Cunningham, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadi contoh dalam mengatasi masalah sampah plastik yang mengotori lingkungan pedesaan hingga perairan.

“Kami mendukung visi Uni Eropa tahun 2030 untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebisa mungkin dan memastikan plastik sekali pakai yang digunakan dapat dengan mudah didaur ulang,” imbuh politisi wanita itu.

Pemerintah Skotlandia telah membantuk Expert Panel on Environmental Changes and Other Measures, sebuah panel beranggotakan para pakar yang dipimpin Dame Sue Bruce, dengan tugas memikirkan langkah dan kebijakan apa yang mungkin diambil pemerintah guna mengatasi polusi.

Bulan Februari tahun ini, parlemen Sktolandia memutuskan untuk menghentikan penggunaan sedotan plastik di lingkungan kerja mereka, di kantin, kafe dan restoran yang berada di area gedung parlemen. Langkah itu diambil setelah mengetahui sekitar 4.000 sedotan plastik setiap tahun dipergunakan orang di area parlemen saja.

Pada Januari tahun ini, pemerintah Skotlandia mengumumkan rencana pelarangan penjualan dan pembuatan kapas pembersih kuping bertangkai plastik (cutton buds) menyusul banyaknya sampah jenis itu yang ditemukan mengotori wilayah perairan dan pantai setelah dibuang orang lewat toilet.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Israel Rayu Sineas Dunia Syuting Film di Al Quds

Israel Rayu Sineas Dunia Syuting Film di Al Quds

Organisasi Hindu Malaysia Ajak PBB Usir Zakir Naik, Mufti Perlis Ingatkan Tak Terprovokasi

Organisasi Hindu Malaysia Ajak PBB Usir Zakir Naik, Mufti Perlis Ingatkan Tak Terprovokasi

Rakyat Prancis Protes Kenaikan Harga BBM, 1 Orang Tewas

Rakyat Prancis Protes Kenaikan Harga BBM, 1 Orang Tewas

UEA Menghapus Undang-undang Boikot Israel

UEA Menghapus Undang-undang Boikot Israel

Sebut Biksu ‘Wajah Teror’ Myanmar Larang Majalah Time

Sebut Biksu ‘Wajah Teror’ Myanmar Larang Majalah Time

Baca Juga

Berita Lainnya