Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Internasional

Setelah di Kuba, Amerika Peringatkan Warganya Soal Gangguan Suara Misterius di China

Bagikan:

Hidayatullah.com—Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bahaya kesehatan bagi warga AS di China hari Rabu (23/5/2018) setelah seorang pekerja pemerintah AS mengalami trauma otak ringan setelah merasakan “sensasi suara dan tekanan” misterius.

Pekerja AS di China itu, yang ditugaskan di wilayah kota pelabuhan Guangzhou, melaporkan perihal sensasi suara dan tekanan samar tetapi abnormal yang dirasakan, demikian isi peringatan itu seperti dilansir Euronews.

“Saat ini kami tidak mengetahui apa penyebab gelaja yang dilaporkan itu dan kami tidak mengetahui apakah situasi serupa terjadi di tempat lain di China, baik di dalam atau di luar komunitas diplomatik,” imbuh peringatan itu. Bila merasakan ada yang aneh berkaitan dengan suara dan kebisingan warga AS yang berada di China diminta tidak berusaha mendekati atau mencari sumber suara, melainkan justru pindah ke lokasi lain di mana gangguan itu tidak dirasakan.

Jinnie Lee, seorang jubir Kedutaan AS di Beijing mengatakan bahwa pekerja itu melaporkan gejalanya dirasakan sejak akhir 2017 terus sampai bulan kemarin. Dia akhirnya dibawa ke AS untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Pada 18 Mei, kedutaan mengetahui bahwa pemeriksaan klinis menunjukkan trauma luka pada bagian otak,” kata Lee, seraya menambahkan bahwa pihak Deplu AS menanggapi serius masalah tersebut dan pemerintah China berjanji akan menyelidikinya.

Baca juga: Warga Kanada di Kuba Sakit Kepala Misterius, Akibat Serangan Sonik?

Sebelumnya pada akhir September 2017, NBC News melaporkan bahwa Amerika Serikat memanggil pulang lebih dari setengah staf diplomatiknya dari Kuba dan memperingatkan agar warganya tidak mengunjungi negara itu. Langkah tersebut diambil setelah 21 staf Kedubes AS dan keluarganya mengalami sakit akibat gangguan sonik (suara) misterius.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Badak Tertua di Dunia Mati di Tanzania dalam Usia 57 Tahun

Badak Tertua di Dunia Mati di Tanzania dalam Usia 57 Tahun

Anggota Parlemen Kuwait Menuntut Pemerintah Mencabut Dukungan untuk Solusi Dua Negara di Tengah Kekerasan Yerusalem

Anggota Parlemen Kuwait Menuntut Pemerintah Mencabut Dukungan untuk Solusi Dua Negara di Tengah Kekerasan Yerusalem

Meski ‘Tergusur’ di AKP Abdullah Gul Tidak akan Bentuk Partai Baru

Meski ‘Tergusur’ di AKP Abdullah Gul Tidak akan Bentuk Partai Baru

Amerika Dituntut Minta Maaf ke Warga Muslim Kanada

Amerika Dituntut Minta Maaf ke Warga Muslim Kanada

arab saudi palestina

Saudi Mengaku akan Terus Mendukung Perjuangan Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya