Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Anwar Ibrahim Akan Bebas dalam Waktu Dekat

Anwar Ibrahim, dulu korban politik Mahathir Mohammad, sekarang kembali bersekutu mengalahkan Najib Razak
Bagikan:

Hidayatullah.com—Ikon oposisi Malasyia Anwar Ibrahim disebut segera bebas dari penjara setelah  ada kabar  Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V telah memberi pengampunan.

“Apa yang telah kami sepakati adalah, kami akan mencari pengampunan penuh dari Raja. Proses ini punya sejumlah aturan dan kami akan berusaha secepat mungkin untuk membebaskannya dan pengampunan penuh untuknya,” kata Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad dalam konferensi pers di Menara Yayasan Selangor, Petaling Jaya, Malaysia, Sabtu (12/5/2018) siang.Anwar Ibrahim adalah mantan wakil Mahathir ketika masih menjabat sebagai perdana menteri.

Namun Mahathir memecat Anwar tahun 1998 akibat perbedaan pandangan politik, dan dia dipenjara atas kasus sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan pada 2008, yang banyak bernuansa politik.

Namun politik kembali menyatukan mereka hingga berhasil menjatuhkan pemerintah berkuasa, Najib Razak.

Sementara itu, istri Anwar, Dr Wan Azizah Wan Ismail yang kini Wakil Perdana Menteri  baru Malaysia, masih belum beri jaminan tanggal berapa suaminya bebas.

Baca:  Umumkan Kemenangan, Mahathir Mengaku akan Kembalikan Supremasi Hukum

Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR)  ini mengatakan raja  sendiri sudah memberitahu mereka bahwa ia ingin masalah itu diselesaikan secepat mungkin.

“Memang, kami diberitahu bahwa Tuanku Agong, ketika saya pergi ke Tuanku Agong, saya benar-benar ingin pengampunan ini terjadi sesegera mungkin.

“Kita tidak tahu jangka waktu bila dilepaskan tetapi kita jangka secepat mungkin dalam seminggu … saya tidak tahu, tetapi kita akan kaji tentang peraturan penjara, siapa punya kekuatan untuk melepaskan saudara Anwar,” katanya kepada wartawan setelah mengunjungi Anwar di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, sebagaimana dikutip Malaysiakini.

Wan Azizah mengatakan pengampunan itu dinilai sangat penting untuk memungkinkan Anwar Ibragim ikut serta dalam urusan politik Malaysia.

Sebelumnya, ia sempat mengatakan kepada media bahwa Anwar sangat senang karena Upacara Pengangkatan  Dr Mahathir Mohamad selaku Perdana Menteri Malaysia ke-7 berlangsung dengan aman.

Dr Wan Azizah mengatakan Anwar Ibrahim juga senang karena satu per satu pemerintah negara bagian Pakatan Harapan dibentuk, meskipun ada sedikit gejolak di beberapa negara bagian.

Pakatan Harapan merupakan faksi koalisi oposisi politik yang dipimpin Mahathir, yang suskes mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak.

Baca: Anwar Ibrahim Tak Terbukti Sodomi

Ditanya apakah Anwar akan menjadi menteri di kabinetnya, Mahathir mengatakan bahwa Anwar harus menjadi anggota Parlemen terlebih dahulu. “Itu mungkin butuh waktu lama,” katanya, yang dikutip The Star.

Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Nurul Izzah juga mengungkapkan ayahnya, Anwar Ibrahim akan segera dibebaskan. Nurul Izzah mengatakan hal tersebut untuk mengklarifikasi laporan memdia yang mengatakan Anwar dibebaskan hari ini.

“Saya katakan, akan segera dibebaskan. Hanya beberapa hari lagi, namun kami berharap memang hari ini,” ucap Nurul Izzah, seperti dikutip dari laman Malaysia Kini.

Sebelum ini, Mahathir  telah berjanji akan menyerahkan posisi perdana menteri kepada Anwar Ibrahim jika Pakatan Harapan menang.

Rekonsiliasi Mahathir dengan Anwar telah menjadi salah satu aspek paling luar biasa  dari pemilihan umum Negeri Jiran.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Indonesia Bakar Konsulat RI di Jeddah

Warga Indonesia Bakar Konsulat RI di Jeddah

Oposisi Turki Berdemo Menuntut PM Erdogan Mundur

Oposisi Turki Berdemo Menuntut PM Erdogan Mundur

Sepupu George Bush, Billy Bush, Kehilangan Pekerjaan karena Ngobrol Cabul dengan Donald Trump

Sepupu George Bush, Billy Bush, Kehilangan Pekerjaan karena Ngobrol Cabul dengan Donald Trump

TKW di Arab Saudi Dapat Warisan Milayaran dari Majikan

TKW di Arab Saudi Dapat Warisan Milayaran dari Majikan

Dipecat Partai Sendiri, Robert Mugabe Pilih Ngotot Presiden

Dipecat Partai Sendiri, Robert Mugabe Pilih Ngotot Presiden

Baca Juga

Berita Lainnya