Menteri Dalam Negeri Pakistan Ditembak di Punjab

Menteri Dalam Negeri Pakistan Ditembak di Punjab

Terkait

Hidayatullah.com—Seorang pria bersenjata menembak dan melukai Menteri Dalam Negeri Ahsan Iqbal saat mengunjungi konstituennya di kota Narowal, bagian timur laut Pakistan.

Iqbal baru saja menghadiri pertemuan di kota di Punjab itu ketika dia ditembak sedikitnya satu kali di bagian lengan. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sekarang kondisinya sudah tidak lagi kritis, lapor BBC Ahad (6/5/2018).

Pelaku sudah ditangkap dan diperiksa, kata para pejabat. Motif serangan itu belum diketahui.

Pakistan akan menggelar pemilu 15 Juli mendatang.

Iqbal adalah anggota senior partai penguasa Liga Muslim Pakistan.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa informasi awal yang masuk menyebutkan Iqbal baru saja kembali dari pertemuan dengan kelompok Kristen.

“Kami tidak tahu apakah itu ada kaitannya dengan motif [serangan],” kata sumber pemerintah itu. “Kami baru akan mengetahuinya setelah memeriksa pelaku.”

Iqbal ditembak di bagian lengan kanan, kata jubir pemerintah Punjab Malik Ahmed Khan kepada AFP.

“Pelaku akan melepaskan tembakan kedua ketika polisi dan orang-orang yang ada di pertemuan itu berhasil meringkusnya,” kata jubir itu.

Iqbal langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk menjalani operasi, lalu dipindahkan dengan helikopter ke Services Institute Hospital di Lahore.

Dia kemudian menulis di Twitter memberitahukan kondisinya dan meminta doa dari para pendukungnya.

Media Pakistan menyebut nama tersangka sebagai Abid Hussain berusia 21 tahun.

Dia disebut-sebut berkaitan dengan partai Tehreek—Labaik Ya Rasul Allah, lapor Reuters mengutip keterangan kepolisian.

Menyusul peristiwa itu, pemimpin partai tersebut Khadim Hussain Rizvi mengutuk serangan atas Iqbal dan mengatakan bahwa pendukungnya tidak diberi wewenang untuk mengangkat senjata, imbuh Reuters.

Perdana Menteri Shahid Khaqan Abbasi “sangat mendecam” serangan itu dan menyeru agar kepala kepolisian Punjab segera memberikan laporan.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !