Misteri Makam Saddam Hussain

Jaafar Al-Gharawi, kepala keamanan Hashed, bersikeras: "Mayat itu masih ada di sana

Misteri Makam Saddam Hussain

Terkait

Hidayatullah.com–Makam eks presiden Iraq Saddam Hussain yang terletak di desa asalnya, Al-Awjah, kini telah hancur dan hanya menyisahkan fondasi dasar dan kawat-kawat berduri yang kusut. Sama sekali tidak ada sisa-sisa jasadnya di sana.

Saddam Hussain memerintah Iraq selama seperempat abad yang kemudian digulingkan AS dan Negara Barat hingga dihukum gantung tanpa pengadilan pada fajar hari pada 30 Desember 2006 silam.

Namun kini, misteri dan keraguan menyelimuti tempat peristirahatan terakhir seorang lelaki yang menebar mimpi buruk selama puluhan tahun bagi orang Iraq,tulis GulNews.

Apakah jasadnya benar-benar dimakamkan di Al-Awjah atau telah digali dan dipindahkan, jika demikian, dipindah kemana?

Syeikh Manaf Ali Al-Nida, seorang pemimpin suku Albu Nasser yang menjadi klan Saddam, telah memegang surat yang ditandatangani keluarganya ketika mereka menerima jasad itu, menyetujui bahwa Saddam dimakamkan tanpa penundaan.

Saddam, 69 tahun, dimakamkan sebelum fajar di pemakaman yang dia wasiatkan beberapa tahun sebelumnya.

Baca: Bekas Tentara AS jual Patung Saddam Hussein

Di kuburan Saddam, paramiliter koalisi  Hashed Al-Shaabi (Pasukan keamanan Iraq yang beraviliasi pada Syiah), yang ditugaskan menjaga keamanan di daerah itu, mengatakan makam itu dihancurkan dalam serangan udara Iraq setelah kelompok Daesh, yang disebut Negara Islam (IS), memposting penembak jitu di atas atap.

Syeikh Nida tidak ada di sana untuk menyaksikan ledakan itu – tetapi dia yakin bahwa makam Saddam “dibongkar dan diledakkan”.

Jaafar Al-Gharawi, kepala keamanan Hashed, bersikeras: “Mayat itu masih ada di sana.”

Salah satu pejuangnya berspekulasi bahwa putri Saddam yang diasingkan, Hala, terbang dengan pesawat pribadi dan membawa mayat ayahnya ke Yordania.

Baca: AS Serahkan 55 Mantan Pejabat Saddam Hussein

Mustahil

“Mustahil!” kata seorang profesor universitas dan mahasiswa lama era Saddam, yang menolak menyebutkan namanya.

“Hala tidak pernah kembali ke Iraq,” katanya. “(Tubuh) bisa dibawa ke tempat rahasia … tidak ada yang tahu siapa yang memindahkannya atau ke mana.”

Jika pun demikian, keluarga Saddam pasti akan menjaga dengan ketat rahasia lokasi, tambahnya.

Tetapi beberapa orang, termasuk penduduk Baghdad, Abu Samer, percaya bahwa orang ‘bertangan besi’ itu masih di luar sana.

“Saddam tidak mati,” katanya. “Itu salah satu dari dua puteranya yang digantung.”*/Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !