Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Turki Dukung Sikap AS Serang Gudang Senjata Assad

Menlu Turki Cavusoglu.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Turki menyambut baik serangan bersama yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris, dan PErancis terhadap rezim Assad menyusul serangan kimia yang menewaskan puluhan orang di Suriah beberapa waktu lalu.

“Kami menyambut baik operasi ini yang telah membangkitkan hati nurani manusia dalam menghadapi serangan di Douma, yang sebagian besar diduga dilakukan oleh rezim,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki dikutip Anadolu Agency.

Baca:  Keluarga Bashar al Assad Dievakuasi ke Teheran?

Ia menjelaskan, serangan dengan senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia, yang tanpa pandang bulu dan menargetkan warga sipil merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Rezim Suriah, yang telah menzalimi rakyatnya sendiri selama lebih dari tujuh tahun, baik itu dengan senjata konvensional atau kimia, memiliki rekam jejak kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang. Hati nurani masyarakat internasional tidak punya keraguan untuk itu,” katanya.

Selain itu, Kementerian itu juga mengatakan sangat penting bahwa kejahatan semacam itu tidak dibiarkan begitu saja dan bahwa ada pertanggungjawaban untuk mencegah terulangnya kejahatan serupa.

Sementara Turki, melalui Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu hari Sabtu mengatakan Turki tidak memihak kepada Rusia dan Amerika Serikat (AS).

Baca: Bashar al-Assad ‘Bersembunyi di Bunker’ Bersama Pejabat Iran Jelang Serangan Udara AS

“Kita tidak membuat pilihan antara Rusia dan AS. Kita juga tidak membuat pilihan antara Bashar al-Assad dan AS, Prancis dan Inggris,” ujar Cavusoglu dalam kongres ke-5 Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) di wilayah Alanya.

Turki menyeru masyarakat internasional, terutama anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB), untuk mengambil langkah bersama dalam memastikan bahwa penggunaan senjata kimia tidak luput dari hukuman.

Sebagaimana diketahui, serangan gabungan Amerika Serikat (AS) didukung Prancis dan Inggris terjadi setelah White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil, menyalahkan rezim Assad untuk serangan kimia, yang dikatakan menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Vatikan Kirim Pengganti Uskup Agung Tersangka Pencabulan Sejumlah Pria di Prancis

Vatikan Kirim Pengganti Uskup Agung Tersangka Pencabulan Sejumlah Pria di Prancis

Pertama Kali di Dunia, Dubai Luncurkan “Fatwa Maya”

Pertama Kali di Dunia, Dubai Luncurkan “Fatwa Maya”

Lebih dari 100 Jenazah Syuhada Ditemukan di Sungai Quwaiq, Aleppo

Lebih dari 100 Jenazah Syuhada Ditemukan di Sungai Quwaiq, Aleppo

Intelijen Pakistan Tangkap Informan CIA

Intelijen Pakistan Tangkap Informan CIA

Dinilai Rasis, Sebagian Warga Belgia Menuntut Patung Raja Era Kolonial Disingkirkan

Dinilai Rasis, Sebagian Warga Belgia Menuntut Patung Raja Era Kolonial Disingkirkan

Baca Juga

Berita Lainnya