Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Prancis Berhak Menggugat Para Manager Uber Tanpa Izin ke Komisi Eropa

Bagikan:

Hidayatullah.com—Uber sekali lagi mengalami kekalahan di ranah hukum. European Court of Justice mengatakan bahwa Prancis diperbolehkan memproses kasus kriminal atas para manager Uber tanpa memberitahu terlebih dahulu pihak Komisi Eropa.

Dilansir DW, hari Selasa (10/4/2018) pengadilan tertinggi UE itu mengatakan bahwa anggota Uni Eropa “diperbolehkan melarang dan menghukum, dalam kaitannya dengan perkara pidana, aktivitas transportasi ilegal –dalam hal ini UberPop– tanpa memberitahu terlebih dahulu Komisi Eropa tentang rancangan undang-undangnya.”

Kasus yang dipermasalahkan adalah penggunaan sopir-sopir tak berlisensi sebagai bagian dari layanan intermediasi UberPop di Prancis, yang sudah diberhentikan sementara operasinya.

Dalam peraturan perundangan transportasi di Prancis ada pasal yang menyebutkan bahwa intermediasi layanan transportasi tak berlisensi merupakan tindak kriminal.

Uber berargumentasi bahwa Prancis harus meminta persetujuan Uni Eropa terlebih dahulu untuk RUU pertaksian yang diajukannya –sesuatu yang tidak dilakukan pemerintah Prancis– dan karena itu gugatan kriminal yang diajukan atas dua manajer Uber Prancis tidak valid.

Dalam keputusannya, mahkamah Uni Eropa itu mengatakan bahwa dikarenakan layanan transportasi Uber beroperasi berdasarkan undang-undang Uni Eropa, maka kewajiban pemberitahuan ke Komisi UE itu tidak berlaku.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Delegasi Gereja Koptik Mesir ke Al-Quds Untuk Bicarakan Masalah Biara Deir El-Sultan

Delegasi Gereja Koptik Mesir ke Al-Quds Untuk Bicarakan Masalah Biara Deir El-Sultan

Mahathir  dan Proses Damai di Patani

Mahathir dan Proses Damai di Patani

Usulan Simbol Islam Lambang Negara Ditolak Mufti Rusia

Usulan Simbol Islam Lambang Negara Ditolak Mufti Rusia

Polisi Tembakkan Air Berbau ke Masjid, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Polisi Tembakkan Air Berbau ke Masjid, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Pejabat Saudi Mengatakan ‘Pembicaraan Normalisasi’ dengan ‘Israel’ Terjadi di NEOM

Pejabat Saudi Mengatakan ‘Pembicaraan Normalisasi’ dengan ‘Israel’ Terjadi di NEOM

Baca Juga

Berita Lainnya