Jum'at, 22 Oktober 2021 / 16 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Majikan Jepang Mencela Kehamilan Karyawati karena Tak Sesuai Jadwal Antrian

AFP
Bagikan:

Hidayatullah.com—Masyarakat Jepang dikenal dengan budaya ‘gila kerja’ , sampai-sampai hak wanita hamil saja diatur oleh sang majikan.

Baru-baru ini laporan media  menyebutkan seorang wanita Jepang dikecam oleh majikannya karena dia hamil pada giliran yang tidak sesuai jadwal yang ditentukan.

Seorang wanita yang bekerja di pusat pengasuhan anak di Aichi Jepang, meminta maaf karena  dituduh egois,  tidak mengikuti jadwal kehamilan, sebagaimana yang  sudah ditetapkan perusahaan.

Baca: Dipaksa Sterilisasi, Wanita Jepang Gugat Pemerintah Jepang

Daftar ini juga termasuk jadwal giliran (shift)  para pekerja perempuan untuk mendirikan rumah tangga dan melahirkan.

Seorang suami, menulis surat terbuka kepada surat kabar terkemuka di Jepang, Mainichi Shimbun, menggambarkan bagaimana istrinya merasa ‘murung dan cemas’ tentang kehamilannya.

Baca: Muda-Mudi Jepang Lebih Suka Membujang

Dia menulis, “Direktur di pusat penitipan anak tempat dia bekerja telah menentukan urutan di mana pekerja bisa menikah atau hamil, dan tampaknya ada aturan yang tidak diucapkan bahwa seseorang tidak boleh mengambil ‘giliran’ mereka sebelum (jadi) seorang anggota staf senior.”

“Penyedia perawatan anak mengorbankan anak-anak mereka sendiri untuk merawat anak-anak orang lain. Itu adalah profesi mulia yang mengasuh anak-anak yang akan menempa masa depan negeri ini. Saya menghormati istri saya atas komitmennya pada profesinya, dan terus mendukungnya,” sambung sang suami.

Laman Inggris, the Telegraph melaporkan bahwa perempuan di negara itu harus menghadapi budaya kerja yang sulit karena diskriminasi gender. Dalam pertemuan ‘World Assembly for Women (WAW)’ di Tokyo pada 28-29 Agustus 2015, PM Abe berjanji untuk membuat perempuan Jepang lebih bersinar dalam dunia kerja.

Kasus ini banyak melahirkan mengkritik  dan tuduhan bahwa aturan tersebut melanggar hak-hak kemanusiaan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Akan Dikirim ke Antwrep, Aparat Sita 1,3 Ton Heroin di Inggris

Akan Dikirim ke Antwrep, Aparat Sita 1,3 Ton Heroin di Inggris

Innalillah, Imam Masjid Nabawi Syeikh Ayyub Meninggal Dunia

Innalillah, Imam Masjid Nabawi Syeikh Ayyub Meninggal Dunia

Kunjungi Aljazair, Kanselir Jerman Sepakati Deportasi Ratusan Pengungsi

Kunjungi Aljazair, Kanselir Jerman Sepakati Deportasi Ratusan Pengungsi

Badan Intelijen Inggris Pantau YouTube, Facebook, dan Blog

Badan Intelijen Inggris Pantau YouTube, Facebook, dan Blog

Iran: Qur`an China Salah Ketik

Iran: Qur`an China Salah Ketik

Baca Juga

Berita Lainnya