Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

PM Kosovo Memecat Menterinya Sendiri, Kenapa Presiden Turki Erdogan yang Marah?

Bagikan:

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Kosovo dicecar kecaman sengit oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, setelah memecat menterinya sendiri karena melakukan ekstradisi 6 warga Turki dari Kosovo tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kepala pemerintahan Kosovo.

Agen intelijen Turki memburu lima guru dan seorang dokter yang bekerja di Kosovo lalu mendeportasi mereka kembali ke Turki, menuding keenam orang itu sebagai kaki-tangan Fethullah Gulen, yang dituduh Erdogan sebagai otak dibalik percobaan kudeta tahun 2016.

Perdana Menteri Kosovo Ramush Haradinaj memecat menteri dalam negeri dan kepala intelijen Kosovo, hari Jumat (30/3/2018), karena tidak memberitahukan kepada dirinya perihal operasi tersebut. Baca berita sebelumnya: Ekstradisi Gulenis ke Turki, Mendagri dan Kepala Intelijen Kosovo Dipecat

Namun, tindakan Haradinaj itu justru mengundang kemarahan Erdogan.

“Dinas Intelijen Nasional kami menciduk enam manajer senior mereka dalam sebuah operasi di Kosovo dan membawa mereka ke sini (Turki, red). Namun, saya sedih. Perdana Menteri Kosovo memberhentikan kepala intelijen dan menteri dalam negeri. Sekarang saya tanya, ‘Hey, Perdana Menteri Kosovo, siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu,” kata Erdogan saat berpidato dalam pertemuan partai AKP, seperti dilansir Euronews Sabtu (31/3/2018).

Erdogan kemudian melanjutkan ancamannya.

“Sejak kapan anda mulai melindungi mereka yang melakukan kudeta terhadap Republik Turki? Tidakkah anda tahu kami adalah negara kedua di dunia yang mengakui Kosovo, bahkan tidak sampai satu jam setelah Amerika yang pertama [memberikan pengakuan], kami yang kedua. Bagaimana bisa anda memberi makan orang-orang ini, yang berusaha melakukan kudeta terhadap Turki yang merangkul Kosovo sebagai saudara kandung? Anda akan membayar [perbuatan] ini,” janji Erdogan.

Pernyataan Erdogan tersebut kontan mendapat sambutan tidak hangat dari orang-orang Kosovo.

Seorang jurnalis televisi Kohavision lewat akunnya Xhemajl Rexha di Twitter berkata, “Luar biasa. Anda tidak bisa memerintah di sini, Tuan Erdogan. #Kosovo.”

Lebih lanjut dia mengutip perkataan penasihat utama PM Haradinaj, Bersnik Tahiri, yang menanggapi Erdogan: “Ramush Haradinaj tidak bisa diperas atau diancam, dan semua orang tahu bahwa pidato Erdogan itu justru mengkonfirmasi Haradinaj sama sekali tidak mengetahui dan bukan bagian dari film ‘Deportasi’ …”

Setelah mengetahui bahwa ada operasi rahasia intelijen Turki di wilayah Kosovo yang dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya, PM Haradinaj lewat Twitter pada hari Kamis dan Jumat lalu mengatakan bahwa dia akan mengambil tindakan sesuai wewenang konstitusionalnya sebagai kepala pemerintahan Kosovo.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Usulan Melarang Burqa Kembali Hangat di Belanda

Usulan Melarang Burqa Kembali Hangat di Belanda

Sudan Adakan Kesepakatan Militer dengan Rusia

Sudan Adakan Kesepakatan Militer dengan Rusia

Facebook Memblokir Politisi Partai yang Berkuasa di India atas Pidato Kebencian Anti-Muslim

Facebook Memblokir Politisi Partai yang Berkuasa di India atas Pidato Kebencian Anti-Muslim

Al Azhar Ikut Gelar Aksi Tolak Yahudisasi Al Aqsha

Al Azhar Ikut Gelar Aksi Tolak Yahudisasi Al Aqsha

Mesir Tuntut 215 Anggota Ikhwanul Muslimin

Mesir Tuntut 215 Anggota Ikhwanul Muslimin

Baca Juga

Berita Lainnya