Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Wartawan Meksiko Ditembak Mati di Negara Paling Berbahaya bagi Praktisi Media

GISJ
Tentara Israel dan wartawan peliput Palestina
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang wartawan Meksiko mati ditembak di negeri Veracruz, tenggara Meksiko, dalam insiden kekerasan di salah satu negara paling bahaya untuk insan media itu.

Pihak kejaksaan negeri mengatakan, Leobardo Vazquez, yang bekerja untuk koran Enlace, ditembak mati pada Rabu malam di kediamannya di Gutierrez Zamora.

“Komisi tidak menerima laporan dari Vazquez Atzin mengenai ancaman mati yang diterimanya,” ujar Presiden Komisi Perlindungan dan Bantuan Jurnalis Meksiko, Ana Laura Perez, seperti dikutip AFP, Kamis 22 Maret 2018.

Tetapi menurut kolega yang mengenalnya menyebutkan bahwa nyawa Atzin memang terancam. Kelompok kriminal dilaporkan mengincar jurnalis yang bekerja untuk suratkabar Opinion itu.

“Baru-baru ini dia bekerja sebagai penanggungjawab di sebuah situs bernama Enlace Informativo Regional,” tutur Perez.

Baca: Jurnalisme dan Nyawa Wartawan

Kematian Vazquez Atzin menambah panjang daftar jurnalis yang tewas di wilayah kartel narkoba di Meksiko. Menurut kelompok pemerhati HAM Meksiko, Articulo 19, sebanyak 12 jurnalis terbunuh dalam tugas sepanjang 2017. Vazquez, yang juga tinggal dengan menjual taco, adalah wartawan ketiga yang terbunuh di Meksiko tahun ini.

Meksiko dikenal sebagai salah satu negara di mana tingkat kematian wartawan termasuk tinggi. Tahun 2000, lebih dari 100 jurnalis tewas dalam tugasnya dan wilayah Veracruz merupakan daerah yang mencatat jumlah kematian paling banyak.

Kasus pembunuhan di Meksiko tumbuh lebih dari 25.000 pada tahun 2017, tertinggi sejak 1997.

Itu semua terjadi ketika kartel narkoba yang bersaing pecah dan menjadi kelompok kecil kekuasaan, setelah satu dekade mereka menghadapi kampanye militerisme yang dipimpin militer.

Baca: Pers dan Akhlak Jurnalistik

Peningkatan kasus terorisme telah mempengaruhi popularitas Presiden Enrique Pena Nieto, sekaligus berkontribusi kepada dukungan terhadap calon presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang berhaluan kiri, yang semakin berpengaruh menjelang pemilu pada Juli.

Kelompok kebebasan berekspresi, Pasal 19, dalam laporan terbaru mengungkapkan bahwa Meksiko adalah negara paling berbahaya bagi praktisi media di Amerika Latin.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sponsor Sumiati Dijebloskan ke Penjara

Sponsor Sumiati Dijebloskan ke Penjara

Gereja di Nigeria Dibakar Terkait Kasus Anak Hilang

Gereja di Nigeria Dibakar Terkait Kasus Anak Hilang

Ekonomi Lesu Barang Bekas di Toko Amal Diperkirakan akan Laris Manis

Ekonomi Lesu Barang Bekas di Toko Amal Diperkirakan akan Laris Manis

Indonesia Merayakan Persatuan dalam Keragaman Festival Budaya Arab Saudi

Indonesia Merayakan Persatuan dalam Keragaman Festival Budaya Arab Saudi

PRT Kabur Saat Ramadhan Pusingkan Warga Saudi

PRT Kabur Saat Ramadhan Pusingkan Warga Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya