Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pentagon Mendukung Resolusi Gencatan Senjata di Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pentagon pada hari Selasa mengatakan akan mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk sebuah gencatan senjata kemanusiaan selama 30 hari di Suriah namun terus beroperasi melawan kelompok Daesh.

“Departemen Pertahanan akan mendukung upaya Departemen Dalam Negeri untuk memfasilitasi upaya yang dipimpin oleh PBB untuk mempengaruhi solusi politik terhadap konflik di sana,” kata juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning dikutip dari Anadolu Agency.

“Tapi sejauh dampak operasi AS, kami tetap fokus pada mengalahkan [Daesh] di Suriah,” kata Manning, menambahkan bahwa ini adalah alasan kehadiran AS di Suriah.

Sebagai tanggapan atas pertanyaan serupa tentang resolusi gencatan senjata, dia mengatakan bahwa serangan yang berkepanjangan dalam konflik Suriah meningkatkan penderitaan warga sipil dan Pentagon akan mendukung Departemen Luar Negeri untuk mencapai tujuan diplomatik yang diperlukan.

Dewan Keamanan pada hari Sabtu mengadopsi sebuah resolusi untuk gencatan senjata 30 hari di Suriah “tanpa penundaan”.

Baca: DKK PBB Serukan Gencatan Senjata 30 Hari di Suriah

Ini menyerukan evakuasi medis 700 orang, terutama di pinggiran Kota Damaskus, Ghouta Timur yang terkepung.

Dalam kasus pelanggaran gencatan senjata, Pentagon akan mengutuk pelanggaran tersebut dan mengambil tindakan yang tepat, Manning mengatakan kepada Anadolu Agency tanpa merinci.

Juru bicara Mayor Adrian Rankine-Galloway juga mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Pentagon tidak memiliki peran dalam memantau pelanggaran gencatan senjata dan apa yang sedang terjadi di daerah konflik.

Beralih ke pertanyaan tentang diskusi antara Washington dan Ankara tentang Manbij, Manning juga mengatakan bahwa Pentagon mengakui bahwa Turki adalah satu-satunya sekutu NATO dengan pemberontakan aktif di dalam perbatasannya dan menghormati masalah spesifik Turki di wilayah tersebut.

Baca: Pasukan Rezim Assad Bunuh 400 Orang di Idlib dan Ghouta Timur

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan teroris YPG / PKK-Daesh dari Afrin, Suriah.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta melindungi Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Turki juga berjanji untuk melancarkan operasi militer melawan YPG / PKK di kota strategis penting di Manbij yang terletak di sebelah barat Sungai Efrat di utara Suriah, sebagai bagian dari Operation Olive Branch.

Manbij terletak di timur laut Aleppo tapi tepat di sebelah selatan perbatasan Turki.

Washington telah menyuarakan kekhawatiran tentang keamanan pasukan AS di Manbij di tengah operasi Turki di timur laut Suriah. Ada sekitar 2.000 tentara Amerika di Manbij.*/Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Media  Prancis Dukung Kebebasan “Tertawakan” Ajaran Islam

Media Prancis Dukung Kebebasan “Tertawakan” Ajaran Islam

[Video] Krisis Kemanusiaan di Hollywood: Potret Nyata Kemiskinan di Los Angeles

[Video] Krisis Kemanusiaan di Hollywood: Potret Nyata Kemiskinan di Los Angeles

Vatikan Terima Pengunduran Diri Uskup Irlandia

Vatikan Terima Pengunduran Diri Uskup Irlandia

Ni Hao! Harley Davidson Buka Pabrik di Tiongkok

Ni Hao! Harley Davidson Buka Pabrik di Tiongkok

Dulu Berkuasa, Bekas Kepala Keamanan China Kini Jadi Terdakwa Korupsi

Dulu Berkuasa, Bekas Kepala Keamanan China Kini Jadi Terdakwa Korupsi

Baca Juga

Berita Lainnya