Bekas Bos Save the Children Dituding Melecehkan Staf Wanita

Bekas Bos Save the Children Dituding Melecehkan Staf Wanita
Wakil direktur eksekutif Unicef Justin Forsyt, bekas CEO Save the Children.

Terkait

Hidayatullah.com—Seorang mantan bos Save the Children menghadapi tiga laporan perilaku tidak patut terhadap staf wanita sebelum keluar dari organisasi kemanusiaan itu, lapor BBC Selasa (20/2/2018).

Justin Forsyth dituduh mengirimkan sejumlah pesan singkat tidak senonoh dan mengomentari pakaian yang dikenakan staf-staf wanita muda di kantornya.

Forsyth mengatakan dia telah meminta maaf kepada ketiga wanita tersebut.

Hal itu terungkap ketika Oxfam dan Save the Children, secara terpisah, ditanyai oleh anggota-anggota parlemen Inggris perihal isu pelanggaran seksual yang dilakukan para pekerjanya.

Meskipun tidak sampai dituduh melakukan pelanggaran seksual, Forsyth mengatakan dia dulu pernah terlibat pembicaraan “tidak patut dan sembrono” dengan stafnya dan mengira kasus tersebut sudah ditutup “bertahun-tahun lalu”.

Forsyth menambahkan, kasusnya dahulu diselesaikan melalui mediasi dan tidak ada laporan resmi yang diadukan terkait masalah itu.

Forsyth sekarang menjabat wakil direktur Unicef, lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurus masalah pendidikan dan kesejahteraan anak.

Seorang jubir Unicef mengatakan, “Kami menyambut baik keputusan Forsyth untuk tampil ke muka dan mengakui kekeliruannya di masa lalu.”

“Kami mendiskusikan masalah itu dengan Forsyth dan bekas pegawainya agar kami dapat mengambil tindakan yang tepat,” imbuh jubir itu.

Laporan investigatif BBC Radio 4 menyebutkan bahwa sejumlah wanita mengaku menerima serangkaian SMS tidak patut dari Forsyth dan komentar tentang penampilan mereka, apa yang dikenakannya serta pernyataan perasaan pria itu terhadap mereka.

Jika mereka tidak membalas SMS yang dikirimkan, maka Forsyth akan menindaklanjutinya dengan pesan lewat email, menanyakan apakah mereka sudah membaca pesan singkatnya.

Jika mereka masih juga tidak membalas, maka Forsyth akan meminta seseorang agar menyuruh staf wanitanya supaya menghadap ke ruangannya dengan alasan ingin bicara sejenak.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !