Selasa, 19 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Mantan Kepala Polisi Syariah Saudi Bolehkan Perayaan Valentine

MRN
Ahmed Qasim Al-Ghamdi
Bagikan:

Hidayatullah.com—Mantan Kepala Hai’ah Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Komisi untuk Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan) Provinsi Makkah, Ahmed Qasim Al-Ghamdi, membolehkan Perayaan Valentine, menyamakan  dengan Hari Nasional dan Hari Ibu. Bertolak belakang di hampir semua negara berpenduduk Muslim yang mengharamkannya.

“Semua ini adalah masalah sosial yang umum dimiliki oleh umat manusia dan bukan masalah agama yang memerlukan adanya bukti religius untuk mengizinkannya,” katanya sebagaimana dikutip Arab News.

Menggambarkan cinta sebagai perasaan alami, ia mengatakan bahwa Hari Valentine merayakan “aspek positif dari manusia.”

Baca: Pakistan Larang Perayaan Hari Valentine

Al-Ghamdi mengatakan bahwa perayaan cinta tidak terbatas pada non-Muslim.

“Ada banyak hal duniawi yang kita hadapi secara moral yang mungkin menarik bagi komunitas non-Muslim dan menjadi lebih umum di kalangan komunitas Muslim karena popularitas mereka,” katanya, mengutip Nabi sebagai contohnya. “Nabi berurusan dengan banyak hal duniawi yang berasal dari non-Muslim.”

Dia menolak pandangan bahwa menandai hari itu adalah tiruan orang-orang non-Muslim dan berkata: “Bahkan menyapa orang-orang non-Muslim yang damai di hari libur khusus mereka diperbolehkan tanpa berpartisipasi dalam tindakan terlarang yang bertentangan dengan Islam.”

Al-Ghamdi menekankan dukungannya terhadap fatwa yang mengizinkan perayaan Hari Valentine dan pertukaran hadiah.

Namun pendapatnya ini banyak dibantah ulama dan dai-dai di Saudi. Termasuk Syeikh Saleh Al Luhaidan.

Sebagaimana diketahui, Ahmed Qasim Al-Ghamdi dikenal memiliki pikiran nyleneh dan ‘liberal’, tidak mencerminkan pandangan ulama Saudi, membuat yang bersangkutan dipecat dari Ha’iah Amr Ma’ruf.

Al-Ghamidi yang sempat menjabat Direktur Umum Lembaga Amar Ma’ruf Nahi Mungkar cabang Makkah al-Mukarramah dipecat karena dianggap telah menghina Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Sebelumnya, tahun 2010, ia  sempat menyatakan bahwa Nabi pernah bercampur baur dengan wanita asing (bukan mahram). Dengan arhmen ini al-Ghamidi membolehkan bercampurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Baca: MUI dan DMI Ingatkan Valentine’s Day Haram

Pernyataannya kala itu tidak hanya mendapat protes dari Amir Khalid bin Thalal bin Abdul Aziz. Tapi juga dari para ulama Saudi lain, baik dari dalam maupun luar kota Makkah.

Ramainya polemik soal Valentine ini, membuat seorang warga Indonesia, Abu Zakariyah Sutrisno, yang juga kandidat doktor di King Saud University Riyadh membuat catatan melalui di akun Facebook. Ia  membenarkan Ahmed Qasim Al Ghamidy telah dikenal sejak lama dengan pemikiran-pemikiran anehnya.

Ia juga memberi catatan, tak setiap yang berjenggot dan berjubah di Saudi adalah ulama.

“Tidak setiap yang berjenggot dan berjubah di Saudi adalah ulama. Bisa saja dia adalah orang yang pemikirannya aneh tetapi berpenambilan seolah ulama atau da’i. Kadangkala media atau orang yang tidak faham membesar-besarkan pemberitaan dengan mengatakan bahwa ada  ulama Saudi berpendapat demikian dan demikian. Padahal sejatinya bukan ulama.*/Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Al-Azhar Akan Gelar Kontes Ratu Kecantikan

Al-Azhar Akan Gelar Kontes Ratu Kecantikan

Bakar Properti Islamic Relief, Pria Inggris Dihukum 15 Bulan

Bakar Properti Islamic Relief, Pria Inggris Dihukum 15 Bulan

Rafsanjani Sebut Penguasa Baru Saudi Bahayakan Keamanan Iran

Rafsanjani Sebut Penguasa Baru Saudi Bahayakan Keamanan Iran

Aktivis Swedia: Israel Melakukan Pembunuhan Berencana

Aktivis Swedia: Israel Melakukan Pembunuhan Berencana

Kelompok Fans Menggugat 2 Pria yang Mengaku Korban Pencabulan Michael Jackson

Kelompok Fans Menggugat 2 Pria yang Mengaku Korban Pencabulan Michael Jackson

Baca Juga

Berita Lainnya