Jum'at, 5 Maret 2021 / 21 Rajab 1442 H

Internasional

Larangan Simbolis Washington, AS Larang Ekspor Senjata ke Sudan Selatan

AFP
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan Wapres Riek Machar.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Amerika Serikat memberlakukan larangan ekspor senjata ke Sudan Selatan dan mendesak negara-negara lain serta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menetapkan embargo global.

Larangan itu bisa disebut sekedak simbolis, sebab Amerika Serikat tidak mengekspor senjata ke Sudan Selatan.

Namun, kebijakan itu akan menghalangi perusahaan-perusahaan atau warga negara AS menawarkan jasa pertahanan ke negara pecahan Sudan itu, lapor BBC Jumat (2/2/2018).

Sebelumnya Washington sudah mengutarkaan kekecewaan mereka terhadap kegagalan para tokoh Sudan Selatan untuk mengakhiri perang saudara di negara baru itu yang sudah berlangsung selama empat tahun terakhir.

Bulan lalu, dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengumumkan bahwa Washington menjaga jarak dengan Presiden Salva Kiir, menyebutnya sebagai mitra yang tidak layak” dalam upaya mewujudkan perdamaian.

Para pemimpin Sudan Selatan tidak hanya mengecewakan rakyat mereka sendiri, tetapi “juga mengkhianati mereka,” kata Haley.

Saat ini Sudan Selatan merupakan negara termuda, yang memerdekakan diri pada 2011 menyusul perang sipil berkepanjangan di negara induknya Sudan.

Sekitar sepertiga populasi Sudan Selatan kehilangan tempat tinggal akibat perang antar kelompok yang pecah pada Desember 2013, menyusul pertikaian antara Presiden Kiir dari suku Dinka dan Wakil Presiden Riek Machar dari suku Nuer. Machar sekarang mengasingkan diri ke luar negeri.

Upaya PBB untuk memberlakukan embargo senjata atas Sudan Selatan selama ini ditentang Rusia dan China, yang beberapa tahun belakangan menjadikan Afrika tujuan utama investasinya di luar negeri.

Embargo senjata atas Sudan Selatan kemungkinan akat sullit dilakukan, sebab senjata api saat ini sudah banyak beredar di kalangan kelompok perlawanan di negara-negara tetangga, sehingga mudah diselundupkan ke negara kaya cadangan minyak itu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Uang Penjualan Minyak Iraq Raib

Uang Penjualan Minyak Iraq Raib

FBI Selidiki Kemungkinan Teror ISIS di Amerika

FBI Selidiki Kemungkinan Teror ISIS di Amerika

AS dan Saudi, 2 Negara yang Bersahabat

AS dan Saudi, 2 Negara yang Bersahabat

Sutradara Film Anti Islam Sembunyi pasca Demonstrasi Maut

Sutradara Film Anti Islam Sembunyi pasca Demonstrasi Maut

Mesir Vonis Mati 188 Pendukung Al Ikhwan Al Muslimun

Mesir Vonis Mati 188 Pendukung Al Ikhwan Al Muslimun

Baca Juga

Berita Lainnya