Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Masih Dilalap Api, Tanker Minyak Iran Akhirnya Tenggelam

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah kapal tanker milik Iran yang dilalap api di Laut China Timur selama lebih dari sepekan terakhir akhirnya tenggelam.

Sanchi, kapal pengangkut minyak yang dioperasikan Iran, bertabrakan dengan kapal kargo di 260 kilometer lepas pantai Shanghai pada 6 Januari. Sesaat setelah bertumbukan, tanker Iran itu langsung terbakar dan terbawa arus ke tenggara ke arah Jepang.

China Central Television melaporkan bahwa Sanchi tenggelang setelah tiba-tiba meledak sekitar Ahad siang (14/1/2018) (pukul 04:00 GMT), lansir BBC.

Pejabat-pejabat Iran sekarang mengatakan bahwa seluruh 32 kru tanker, 30 warganegara Iran dan 2 Bangladesh, semuanya tewas.

Sekitar 13 kapal dan satu unit komando Iran berusaha memadamkan api dan mencari korban di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

Seorang jubir dari tim Iran, Mohammad Rastad, mengatakan bahwa tidak ada harapan bagi mereka untuk menemukan korban selamat. Sampai hari Sabtu lalu, baru tiga mayat korban yang berhasil ditemukan.

Tim penyelamat berhasil mengamankan kotak hitam tanker itu, tetapi cepat-cepat pergi karena asap beracun dan suhu panas yang ditimbulkan si jago merah membuat mereka tak bisa berlama-lama atas kapal.

♣Korsel: kebakaran di tanker minyak Iran di Laut China Timur bisa sebulan

Sanchi, tanker milik perusahaan negara Iran tetapi berbendera Panama, sedang berlayar membawa kondensat dari Iran menuju Korea Selatan ketika bertabrakan dengan CF Crystal, kapal barang yang terdaftar di Hong Hong pembawa biji-bijian dari Amerika Serikat. Tabrakan terjadi di kawasan Laut China Timur. Semua kru CF Crystal selamat.

Penyebab tabrakan itu sampai saat ini belum diketahui.

Setelah berbenturan dengan CF Crystal, Sanchi terseret arus laut dengan kecepatan sekitar 2,2 km perjam, ke arah tenggara menuju Pulau Amami Oshima di wilayah Jepang.

Kondensat yang dibawa tanker Iran itu berbeda dengan minyak mentah yang biasanya terlihat hitam ketika tumpah di laut. Kondensat sifatnya mudah menguap, beracun dan lebih mudah meledak dibanding minyak mentah biasa. Kondensat merupakan materi untuk pembuatan bahan bakar pesawat jet, bensin, diesel dan bahan bakar pemanas.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Anggaran Intelijen AS 10% dari Anggaran Pertahanannya

Anggaran Intelijen AS 10% dari Anggaran Pertahanannya

Innalillah! Pembantaian Muslim Myanmar Berlanjut

Innalillah! Pembantaian Muslim Myanmar Berlanjut

Tokoh Salafi Lulusan Al Azhar Dicalonkan Jadi Menteri Waqaf

Tokoh Salafi Lulusan Al Azhar Dicalonkan Jadi Menteri Waqaf

Korsel Hapus Ruang Sholat di Olimpiade Musim Dingin 2018

Korsel Hapus Ruang Sholat di Olimpiade Musim Dingin 2018

Lebih dari 300 Orang Tewas di Iran Setelah Menenggak Metanol

Lebih dari 300 Orang Tewas di Iran Setelah Menenggak Metanol

Baca Juga

Berita Lainnya