Siprus Tangkap Orang Israel Bos Perdagangan Organ Manusia

Skandal terungkap ketika tahun 2008 seorang pria Turki tiba-tiba ambruk di bandara Pristina, terlihat kesakitan setelah salah satu ginjalnya diambil.

Siprus Tangkap Orang Israel Bos Perdagangan Organ Manusia
Dokter spesialis urologi Lutfi Dervisi, terdakwa kasus perdagangan organ manusia di Kosovo.

Terkait

Hidayatullah.com—Polisi Siprus telah menangkap seorang pria Israel yang disebut sebagai pimpinan jaringan internasional penjual organ manusia, yang beroperasi dari negara mungil Kosovo beberapa tahun silam.

Moshe Harel dituduh membujuk rayu orang-orang dari Eropa Timur, Turki dan negara bekas Uni Soviet untuk pergi ke Kosovo, menjanjikan mereka bayaran 12.000 euro untuk satu ginjal. Dia lalu menjual setiap ginjal yang didapatnya kepada yang membutuhkan, kebanyakan orang Israel, dengan harga satu ginjal 100.000 euro. [1 euro sekitar 16.100 rupiah]

Baik Kosovo maupun Rusia mengeluarkan surat perintah penangkapan atas nama Moshe Harel. Kosovo sudah meminta agar Harel diekstradisi ke negaranya, sementara belum diketahui apakah Rusia mengajukan permintaan yang sama.

“Berdasarkan surat perintah internasional atas tersangka, MH ditangkap beberapa hari lalu di Siprus,” kata jubir kepolisian Baki Kelani seperti dilansir Deutsche Welle hari Sabtu (6/1/2018). “Dia menjadi buronan sejak tahun 2010,” imbuhnya.

Pada tahun 2012, polisi Israel pernah menangkap Harel dalam kasus terkait, tetapi tidak pernah diekstradisi ke Kosovo, karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

Jaringan yang dipimpin Harel dioperasikan dari klinik Medicu, yang sekarang sudah ditutup. Klinik itu terletak di lingkungan pemukiman penduduk di pinggiran Pristina, ibukota Kosovo.

Skandal terungkap ketika tahun 2008 seorang pria Turki tiba-tiba ambruk di bandara Pristina, terlihat kesakitan setelah salah satu ginjalnya diambil.

Klinik itu dijalankan oleh dokter spesialis urologi bernama Lutfi Dervishi. Dia sudah divonis bersalah berpartisipasi dalam kejahatan terorganisir serta perdagangan organ, dan diganjar hukuman penjara 8 tahun. Putranya yang bernama Arban divonis bersalah dalam dakwaan yang sama pada 2013 dan dihukum 7 tahun penjara. Namun keduanya buron.

Lima dokter Kosovo kabarnya juga dihukum penjara delapan tahun karena perdagangan organ manusia.

Namun, Mahkamah Agung Kosovo menganulir semua keputusan pengadilan tersebut pada tahun 2016, dan memerintahkan pengadilan ulang bagi semua terdakwa. Persidangan mereka saat ini masih berlangsung.

Lutfi Dervishi berhasil ditangkap lagi pada tahun 2016, tetapi Arban Dervishi dan seorang dokter Turki bernama Yusuf Sonmez masih buron.

Semua terdakwa menyatakan diri mereka tidak bersalah.

Pada kasus terpisah, tahun 2010 utusan Dewan Eropa Dick Marty menuding anggota gerilyawan Kosovo Albania mengambil organ-organ tubuh para tawanan, kebanyakan orang Serbia, semasa perang Kosovo 1998-1999.

Sebuah pengadilan khusus dengan jaksa penuntut dan hakim-hakim internasional, tetapi beroperasi berdasarkan hukum yang berlaku di Kosovo, dibentuk untuk menangani kasus itu. Namun, sampai saat ini para hakim belum mengeluarkan putusan.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !