Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Erdogan, Recep Tayyip Erdogan, Serang Trump terkait Ancaman Bantuan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Turki hari Kamis (21/12/2017) menyerang Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengurangi bantuan ke negara-negara yang memberikan suaranya menentang keputusannya mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Zionis-Israel, lapor Anadolu Agency.

“Tuan Trump, Anda tidak bisa membeli kebebasan berkehendak demokratis Turki dengan dolar Anda,” kata Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya di sebuah upacara penghargaan budaya dan seni di kompleks kepresidenan.

“Negara-negara lain menyebut Amerika sebagai apa? ‘Tempat lahirnya demokrasi’. Tempat lahirnya demokrasi ini ingin membeli kebebasan berkehendak dengan dolar,” kata Erdogan.

Baca: Presiden Erdogan Sebut Israel ‘Negara Teroris’

Erdogan menyeru negara-negara di dunia “untuk tidak menjual kebebasan bekehendak Anda dalam rangka memperjuangkan demokrasi.”

“Ini tidak seperti biasanya dimana mereka bisa memberikan suara melawan Anda, lalu Anda membayar mereka ratusan juta dolar dan tidak ada yang tahu apa yang mereka lakukan,” tambahnya.

Baca: Erdogan Hubungi Presiden Indonesia dan Nigeria, bahas al-Quds

Erdogan juga menunjuk pada sanksi AS atas Sudan, yang pertama kali diberlakukan pada tahun 1997 karena diduga memiliki kaitan dengan terorisme dan kemudian diperketat pada tahun 2006, sebelum Washington mencabut sebagian besar dari sanksi tersebut pada bulan Oktober tahun ini, dengan alasan Khartoum telah mulai menangani masalah terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia.

“Ketika kami melihat hal-hal ini, kami bertanya kepada diri sendiri, ‘Demokrasi macam apa ini?'” tanya Erdogan.

“Biarkan pihak lain menggunakan kebebasan berkehendak mereka sendiri,” desaknya.

Seperti diketahui Trump mengatakan pada hari Rabu di Gedung Putih: “Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, lalu mereka memberikan suara melawan kita. Nah, kita mengamati suara tersebut. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tidak peduli.”*/Abd Mustofa

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Israel Khawatir Perjanjian Rekonsiliasi Hamas-Fatah

Israel Khawatir Perjanjian Rekonsiliasi Hamas-Fatah

Amerika Akan Tarik 4000 Tentara Lagi di Iraq

Amerika Akan Tarik 4000 Tentara Lagi di Iraq

Mossad Dituduh Dalangi Pembunuhan Ilmuwan Rudal Suriah

Mossad Dituduh Dalangi Pembunuhan Ilmuwan Rudal Suriah

Muhammad Mursy Dipecat dari Universitas Zagazig

Muhammad Mursy Dipecat dari Universitas Zagazig

Meski Kemungkinan Menang, AS Akan Terus Dilawan Dunia

Meski Kemungkinan Menang, AS Akan Terus Dilawan Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya