Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Raja Salman Mengutuk Keputusan Trump soal Baitul Maqdis

AJ
Raja Salman bersama putranya, Pangeran Mohammad Salman
Bagikan:

Hidayatullah.com–Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud kembali menguatkan komitmen Kerajaan Saudi bahwa Baitul Maqdis (Yarusalem) adalah Ibu Kota Palestina.

Ia mengatakan bahwa Palestina memiliki hak untuk Yerusalem Timur yang ‘dirampas’ Zionis Israel sebagai ibu kota mereka.

“Kerajaan telah menyerukan sebuah solusi politik untuk menyelesaikan krisis regional, yang terpenting adalah masalah Palestina dan pemulihan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara merdeka mereka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” kata Salman dikutip dari aljazeera.com.

Baca: Tanggapi Pernyataan Trump, Kedubes Saudi: Merupakan Kemunduran Besar

Ia mengatakan bahwa keputusan Donald Trump merampas hak-hak rakyat Palestina di Baitul Maqdis (Yerusalem) yang telah dijamin oleh resolusi internasional.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato televisinya untuk Dewan Syura (Konsultatif) Kerajaan di Riyadh pada hari Rabu, (13/12/2017) bersamaan dengan digelarnya pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki.

Baca: OKI Deklarasikan Baitul Maqdis sebagi Ibu Kota Palestina

Sebagai informasi, pada pertemuan puncak OKI, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta dunia untuk mengakui Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai Ibu Kota Palestina, sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah sampai dibuat langkah-langkah yang tepat.

Dalam pertemuan itu, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah sekretariat OKI hanya mengirim seorang pejabat senior dari kementerian luar negeri. Sementara Negara Islam lain mengirim presiden mereka.*/Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Amerika Takut Diubah Menjadi Negara Islam

Amerika Takut Diubah Menjadi Negara Islam

Gaji TKI di Malaysia Dibayar Lewat Bank Mulai Juni 2011

Gaji TKI di Malaysia Dibayar Lewat Bank Mulai Juni 2011

Presiden Yaman Akui Belum Bisa Kendalikan Militer

Presiden Yaman Akui Belum Bisa Kendalikan Militer

Hanya Bertahan Setahun Charlie Hebdo Edisi Jerman Tutup

Hanya Bertahan Setahun Charlie Hebdo Edisi Jerman Tutup

Foto Satelit Kerusakan Masif Rumah Warga Meikhtila

Foto Satelit Kerusakan Masif Rumah Warga Meikhtila

Baca Juga

Berita Lainnya