Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dituduh Mencabuli Remaja, Pendeta Anggota DPRD Kentucky Bunuh Diri

Dan Johnson, yang bunuh diri setelah dituding mencabuli seorang remaja putri, saat berada di gereja bersama jemaatnya.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Dan Johnson, politisi Partai Republik di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, memilih bunuh diri setelah dituduh melakukan pencabulan atas seorang remaja putri.

Johnson, 57, tewas hari Rabu (13/12/2017) akibat satu tembakan senjata api, setelah menghentikan mobilnya di tempat terpencil di kawasan Mount Washington, kata petugas koroner seperti dilansir BBC.

Johnson, seorang uskup gereja Evangelis, terpilih menjadi anggota legislatif (aleg) Kentucky lewat pemilu 2016. Dia berhasil menduduki kursi dewan perwakilan negara bagian itu meskipun sempat mengundang kecaman akibat komentarnya di Facebook, yang membandingkan Barack dan Michelle Obama dengan monyet.

Johnson, rohaniwan di Heart of Fire Church dekat Louisville, mendukung sejumlah rancangan undang-undang berkaitan dengan kebebasan beragama dan pendidikan di sekolah-sekolah.

Hari Senin lalu (10/12/2017) Kentucky Center for Investigative Reporting mempublikasikan laporan tuduhan seorang wanita berusia 21 tahun yang mengatakan bahwa Johnson menyerangnya secara seksual, ketika dirinya berusia 17 tahun, di basement rumah pendeta itu pada malam dini hari tahun baru 2013. Ketika melakukan pencabulan, Johnson dalam kondisi mabuk setelah minum-minum di sebuah bar malam itu. Beberapa bulan kemudian, korban baru melaporkan kasusnya kepada polisi. Namun, kala itu pihak berwenang tidak menindaklanjuti perkaranya, meskipun laporannya didukung oleh pernyataan dari keluarga, catatan terapisnya, serta percakapannya di Facebook dengan Johnson, lapor New York Times.

Berceramah di gerejanya pada hari Selasa (12/12/2017), Johnson mengatakan tuduhan terhadap dirinya itu “sama sekali palsu.” Dia mengait-kaitkan kasusnya dengan tuduhan serupa yang menimpa Roy Moore, politisi Partai Republik di Alabama, yang kalah dalam pemilu khusus senat pada hari yang sama. Tuduhan-tuduhan itu, kata Johnson, bagian dari strategi nasional untuk menghancurkan politisi-politisi konservatif Partai Republik. Oleh karena itu Johnson menolak mundur dari jabatannya.

Keesokan harinya, Rabu (13/12/2017) menjelang pukul 5 petang, dia menulis di laman Facebook pujian dan sanjungan terhadap keluarganya. Dia juga menulis bahwa selama 16 tahun mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), “penyakit yang akan merenggut nyawaku.”

“[Penyakit] itu telah menang di kehidupan ini, tetapi akhirat adalah rumahku,” tulisnya. Namun, rupanya tulisan itu kemudian dihapus, lapor BBC.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Lelaki Pebisnis Tato Ditangkap di Arab Saudi

Lelaki Pebisnis Tato Ditangkap di Arab Saudi

Pengadilan Eropa: PHK Pemakai Jilbab Tak  Bertentangan dengan HAM

Pengadilan Eropa: PHK Pemakai Jilbab Tak Bertentangan dengan HAM

Majelis Rendah Parlemen Gabon Setuju Dekriminalisasi Homoseksual

Majelis Rendah Parlemen Gabon Setuju Dekriminalisasi Homoseksual

Ulama  Larang Pejabat AS  Masuk Al-Azhar

Ulama Larang Pejabat AS Masuk Al-Azhar

Syeikh Ali Jumah: Lawan Ketamakan Israel!

Syeikh Ali Jumah: Lawan Ketamakan Israel!

Baca Juga

Berita Lainnya