Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Internasional

Tokoh Gereja Mormon Poligami Amerika Dibui karena Penipuan Bantuan Makanan

Lyle Jeffs dan istri-istrinya (kiri), Warren Jeffs dan istri-istrinya (kanan atas), Pengumuman FBI, DPO atas nama Lyle Jeffs (kanan bawah).
Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang tokoh sekte Kristen Mormon Poligami telah divonis penjara 5 tahun karena melakukan penipuan dan melarikan diri dari tahanan rumah di Utah, Amerika Serikat.

Lyle Jeffs mengaku melakukan apa yang disebut pihak berwenang sebagai penipuan terbesar dalam program bantuan makanan pemerintah federal di Amerika Serikat, lapor BBC.

Dia ditangkap bulan Juni setelah hampir selama setahun buron dan menyatakan dirinya bersalah.

Saudara lelakinya, mantan pemimpin Kristen Mormon Warren Jeffs, dijebloskan ke dalam penjara pada 2011 dalam kasus serangan seksual terhadap anak. Warren Jeffs, mantan presiden Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS), dinyatakan bersalah memaksa dua gadis di bawah umur melakoni “perkawinan spiritual”. Akibat perbuatan bejatnya itu, seorang anak laki-laki dilahirkan dari salah satu korban yang berusia 15 tahun.

Hari Rabu (13/12/2017), Lyle Jeffs –bekas uskup FLDS– mengatakan kepada seorang hakim federal di Salt Lake City bahwa dengan “rendah hati dan penuh hormat saya mengakui kesalahan-kesalahan dan keputusan salah yang telah saya perbuat.”

Jaksa penuntut mengatakan para pemimpin FLDS mengambil kupon jatah makanan milik para pengikutnya, lalu menjual kupon-kupon itu dan uangnya dipakai membeli sejumlah mobil serta barang mewah lainnya.

Dokumen pengadilan menyebutkan, para pengikut mereka mengalami kelaparan, kekurangan gizi yang parah serta berbagai macam gangguan kesehatan, setelah dipaksa untuk menyerahkan kupon-kupon makanan miliknya kepada Jeffs bersaudara.

Sementara pengikutnya kelaparan dan hidup serba kekurangan, keluarga Jeffs memiliki tukang masak pribadi dan sering menyantap “daging iga, halibut, lobster, tiram, dan masakan-masakan mahal lainnya,” kata jaksa saat menyampaikan tuntutannya.

Tim pembela tokoh Kristen Mormon itu mengatakan di persidangan bahwa agama kliennya mengajarkan hidup komunal, dan menyerahkan kupon makanan sama halnya seperti kebiasaan menghadiahkan makanan yang dilakukan oleh penganut agama lain, lapor koran Salt Lake Tribune.

Selain menjatuhkan hukuman penjara, hakim memerintahkan Jeffs membayar denda $1 juta kepada Departemen Pertanian Amerika Serikat yang menjalankan program kupon makanan di negara itu.

Jaksa penuntut federal mengatakan bahwa meskipun terdakwa dinyatakan bersalah dalam kasus pertamanya itu, tetapi dia selama bertahun-tahun juga terlibat aktivitas-aktivitas ilegal lain yang diperintahkan oleh saudaranya, Warren Jeffs.

Apa itu Kristen Mormon?

Gereja Mormon, yang nama resminya adalah Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Kudus Akhir Zaman), didirikan di Amerika Serikat oleh Joseph Smith pada tahun 1830. Sekarang jumlah pengikutnya sekitar 14 juta orang.

Kristen aliran Mormon meyakini gerejanya merupakan restorasi dari gereja seperti yang dibentuk oleh Yesus, dan bahwa gereja-gereja Kristen lain sudah terjerumus dalam kebinasaan.

Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS, ada penambahan fundmentalis dari gereja induknya) merupakan sekte sempalan dari Gereja Mormon.

FLDS memisahkan diri dari Gereja Mormon setelah gereja induk tersebut melarang poligami pada tahun 1890 dan menambah panjang daftar perbuatan dosa yang dapat diganjar hukuman.

Anggota jemaat FLDS melihat poligami sebagai sebuah kebutuhan dan jika mempraktekkannya akan mendapat ganjaran paling baik di akhirat kelak. Itu mengapa FLDS sering disebut sebagai sekte Mormon Poligami.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Maladewa Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

Maladewa Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

Malaysia Berencana Gabung Arab Saudi Lawan Pemberontak Al Hautsi di Yaman

Malaysia Berencana Gabung Arab Saudi Lawan Pemberontak Al Hautsi di Yaman

Wapres Sudan Selatan dan Istrinya Terjangkit Covid-19

Wapres Sudan Selatan dan Istrinya Terjangkit Covid-19

Pendeta Billy Graham, Masuk Tokoh Berpengaruh di AS

Pendeta Billy Graham, Masuk Tokoh Berpengaruh di AS

Belasan Mayat dalam Keadaan Terborgol Dibuang di Benghazi

Belasan Mayat dalam Keadaan Terborgol Dibuang di Benghazi

Baca Juga

Berita Lainnya