Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kuwait Tahan 68 Aktivis dan Anggota Parlemen karena Kasus Protes Politik 2011

Al Bawaba
Parlemen Kuwait
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengadilan Kuwait pada hari Senin memenjarakan 68 aktivis oposisi, termasuk sembilan anggota parlemen (tujuh orang mantan anggota dan dua orang masih aktif menjabat), dengan masa tahanan mulai dari satu hingga lima tahun karena kasus penyerbuan gedung parlemen Kuwait pada tahun 2011, menurut sumber di pengadilan Kuwait seperti dikutip Al Bawaba, Senin (27/11/2017).

Para terdakwa masih bisa mengajukan  banding atas putusan vonis itu di hadapan Pengadilan Kasasi Kuwait,  pengadilan banding tertinggi di negara itu, kata sumber tersebut tanpa memberikan nama karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Pada akhir 2013, pengadilan pidana membebaskan semua terdakwa dalam kasus itu. Tapi jaksa penuntut umum kemudian menolak pembebasan itu di pengadilan banding.

Baca: Pengadilan Kuwait Nyatakan Hizbullah Sel Teroris

Pengadilan banding yang sama kemudian memvonis Walid Al-Tabtabaie dan Jamaan Al-Harbash – dua orang anggota parlemen yang masih aktif – lima tahun penjara.

Para anggota parlemen itu menyatakan bersalah karena “melawan petugas keamanan” dan “masuk tanpa izin ke dalam bangunan [publik] dengan tujuan untuk melakukan kejahatan”.

Baca: Kuwait Memberlakukan Kembali Wajib Militer

Setelah vonis diumumkan, Al-Harbash meng-tweet: “Lebih baik meringkuk dalam tahanan daripada menjadi pengkhianat atau bersalah karena kasus suap.”

Pada November 2011, sembilan  anggota parlemen oposisi – bersama dengan puluhan pendukungnya – menyerbu gedung parlemen di Kota Kuwait untuk memprotes apa yang mereka gambarkan sebagai  “memburuknya situasi politik” negara.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Eks PM Turki Ahmet Davutoglu: Saya Perintahkan Militer Tembak Jatuh Jet Apapun Dari Arah Suriah

Eks PM Turki Ahmet Davutoglu: Saya Perintahkan Militer Tembak Jatuh Jet Apapun Dari Arah Suriah

Tunisia Terima Anak Yatim Militan Anti-ISIS dari Libya

Tunisia Terima Anak Yatim Militan Anti-ISIS dari Libya

Amerika Memulai Studi Overdosis Opioid di 4 Negara Bagian

Amerika Memulai Studi Overdosis Opioid di 4 Negara Bagian

Dubes Saudi Sebut Serangan Koalisi Negara Teluk Bantu Keabsahan Presiden Abdurabbuh

Dubes Saudi Sebut Serangan Koalisi Negara Teluk Bantu Keabsahan Presiden Abdurabbuh

Yahya Jammeh Dituduh Perintahkan Pembunuhan 2 WN Amerika Serikat

Yahya Jammeh Dituduh Perintahkan Pembunuhan 2 WN Amerika Serikat

Baca Juga

Berita Lainnya