Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Muslim Bukan Manusia Seutuhnya, Politisi Swedia Ingin Bebaskan Muslim dari Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com—Martin Strid akhirnya keluar dari Partai Demokrat Swedia (Sverigedemokraterna, SD) setelah dihujani kecaman akibat mengatakan bahwa Muslim “bukan seutuhnya manusia” dalam konferensi partai.

Strid, seorang politisi lokal kota Borlange, hari Sabtu (25/11/2017), kepada hadirin di konferensi nasional SD di Norrkoping mengatakan bahwa ada yang namanya skala 1 sampai 100.

“Di satu sisi skala Anda 100 persen manusia, orang, atau segala hal yang berkaitan dengan konsep itu. Di sisi skala lainnya, Anda adalah 100 persen Mohammedan (Muslim, red),” kata Strid seperti dilansir The Local Ahad (26/11/2017).

Lebih lanjut Strid mengatakan, “Semua Muslim di suatu titik ada pada skala itu” dan kelompok teror ISIS alias Daesh “dekat dengan 100 persen Mohammedan.”

“Jika Anda seorang bekas Muslim berarti Anda maju lebih jauh mendekati seutuhnya sebagai manusia,” lanjut Strid.

Politisi Swedia itu juga mengatakan ingin “membebaskan Muslim dari Islam, tujuannya agar mereka kemudian bergabung dengan SD.”

Pidato Strid itu direkam oleh lembaga penyiaran SVT, yang pada hari Ahad juga menulis bahwa Strid sudah dilaporkan ke polisi dengan tuduhan mengutarakan ujaran kebencian.

Sekjen Partai SD Richard Jomshof menyebut pernyataan Strid itu “rasis” dan berharap orang itu segera dipecat dari partainya. Sementara anggota parlemen dari SD, Julia Kronlid, menyebut pernyataan Strid sebagai “merusak.”

“Ini sangat buruk, amat sangat buruk. Kita berkesempatan untuk memberitahukan ke luar perihal kebijakan-kebijakan kita, tetapi yang ditulis media justru pernyataan [Strid] ini,” kata Kronlid.

Jomshof mengatakan bahwa politisi SD berhak menyampaikan kritik terhadap berbagai ideologi, tetapi bukan berarti boleh melanggar hak individu.

“Kritik yang berkualitas diperbolehkan di lingkungan SD, tetapi rasisme tidak. Sederhana saja,” ujar Jomshof.

Hari Ahad pagi, Strid kemudian menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang dibuatnya pada hari Sabtu tersebut.

Mengaku menyesali perkataan yang telah diutarakannya, dia mengklaim bahwa dirinya keseleo lidah dan teledor.

“Jika Anda sedang dalam tekanan dan terburu-buru, terkadang Anda mengekspresikan diri secara keliru,” kilah Strid.

“Saya sudah menyadarinya dan hal itu sangat disayangkan. Saya mengenal banyak Muslim dan saya banyak berkawan baik. Orang ya orang, tentu saja,” kata Strid membela diri.

Akan tetapi pada Ahad malam, TV4 melaporkan bahwa Strid diminta agar mengundurkan diri dari partainya.

Ketua Partai SD Jimmie Akesson mengatakan kepada STV bahwa dia belum pernah mendengar pidato Strid.

“Dalam kasus ini jelas sekali bahwa jika itu bukan rasisme, maka hal tersebut sangat dekat dengan rasisme,” tegas Akesson.

Partai SD sekarang sedang mengadakan munas di Norrkoping, yang dihadiri oleh politisi-politisi senior pembuat keputusan partai. Sebanyak 256 delegasi akan mengambil keputusan atas hampir 300 mosi dan 4 program partai, yang akan menjadi basis kampanye mereka dalam pemilihan umum tahun 2018.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Malaysia Bersikukuh Tidak Akan Deportasi Etnis Uighur

Malaysia Bersikukuh Tidak Akan Deportasi Etnis Uighur

Obama Kurangi “Radikalisme Islam”, Perbanyak Bisnis

Obama Kurangi “Radikalisme Islam”, Perbanyak Bisnis

China Minta Swedia Ekstradisi Warganya yang Menilep Uang Negara

China Minta Swedia Ekstradisi Warganya yang Menilep Uang Negara

Intelijen Turki Diduga Terlibat, Prancis Selidiki Pembunuhan 3 Aktivis Kurdi 2013

Intelijen Turki Diduga Terlibat, Prancis Selidiki Pembunuhan 3 Aktivis Kurdi 2013

Ayo Beristri 4! Ajak Mahasiswi Saudi

Ayo Beristri 4! Ajak Mahasiswi Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya