Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Arab Saudi Menginterograsi 201 Orang terkait Tuduhan Korupsi

Twitter
Sebuah foto Pangeran Al Waleed bin Talal bersama beberapa Pangeran Saudi yang diklaim suasana 'penjara' di Ritz Carlton Hotel di Riyadh, beredar melalui twitter
Bagikan:

Hidayatullah.com–Arab Saudi menangkap dan menginterogasi sekitar 201 orang  dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan penggelapan uang yang mengakibatkan kerugian total sebesar US $ 100 miliar,  demikian  ungkap Jaksa Agung Jenderal Saud al-Mojeb.

Dalam sebuah pernyataan, Mojeb mengatakan 208 orang telah dipanggil untuk diinterogasi sejak Sabtu (04/11/2017) malam, dan tujuh orang dibebaskan tanpa tuduhan. Sekitar 1.700 rekening bank juga telah dibekukan oleh pemerintah.

Angka kerugian yang dikeluarkan pemerintah jauh lebih besar dari yang dilaporkan sebelumnya karena lebih banyak penangkapan dilakukan sepanjang minggu ini.

Baca: Arab Saudi Pecat Menteri Senior dan Tahan 11

Pada Sabtu malam, sebanyak 11 pangeran serta 38 pejabat dan pengusaha telah ditahan. Mereka ditahan di hotel bintang lima di seluruh negeri, termasuk Ritz-Carlton di Riyadh.

“Sebanyak 208 orang dipanggil untuk diinterogasi sejauh ini namun tujuh orang dibebaskan,” ujar Kementerian Informasi Arab Saudi mengutip Jaksa Agung Jenderal Saud al-Mojeb.

Di antara mereka yang ditahan adalah miliarder Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal dan dua putra almarhum Raja Abdullah, termasuk Pangeran Miteb bin Abdullah, yang sampai Sabtu lalu memimpin Garda Nasional sebelum dia digulingkan dan ditahan. Miteb pernah menjadi pesaing takhta dan diyakini menentang putra raja berusia 32 tahun itu menjadi penerus sebagai putra mahkota.

Menurut pernyataan tersebut, pihak berwenang juga membekukan rekening bank dari 201 orang yang bersangkutan dan memperingatkan bahwa aset mereka akan disita dan digunakan sebagai milik negara.

“Gejala korupsi yang dibongkar sangat besar. Berdasarkan penyelidikan selama tiga tahun terakhir, kami memperkirakan bahwa setidaknya US $ 100 miliar telah disalahgunakan melalui penyalahgunaan dan korupsi sistematis selama beberapa dekade, “menambahkan pernyataan yang sama.

“Berdasarkan penyelidikan kami selama tiga tahun terakhir, kami memperkirakan bahwa paling sedikit 100 miliar dolar telah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan sistematis selama beberapa dekade.”

Baca: Inilah Orang Kaya Saudi yang Ditangkap Komisi Anti Korupsi .

Namun pihak Pemerintah Saudi tidak menyebutkan nama orang-orang yang telah ditahan dalam penyelidikan itu, dengan alasan masalah privasi.

Semua ditangkap setelah Arab Saudi membentuk Komisi Anti Korupsi  dipimpin Putra Raja Salman, Pangeran Mohammad Salman.

Penangkapan besar-besaran ini berisiko memungkinkan Pangeran Salman (32),  memperkuat kekuatannya ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Saudi.

Pangeran Mahkota sekarang aktif mendorong program modernisasi Arab Saudi, Vision 2030, sementara Riyadh juga mengambil pendekatan yang lebih agresif di dunia Arab, kutip AFP.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Suriah: AS Ikut Campur Masalah Kami

Suriah: AS Ikut Campur Masalah Kami

Survei: Pengetahuan Alkitab Mengalami Degradasi di Kalangan Remaja

Survei: Pengetahuan Alkitab Mengalami Degradasi di Kalangan Remaja

Parlemen Australia Batalkan Pembahasan Pemisahan Wanita Berniqab

Parlemen Australia Batalkan Pembahasan Pemisahan Wanita Berniqab

Pengadilan Bulgaria Kembalikan Mufti ke Tangan Muslim

Pengadilan Bulgaria Kembalikan Mufti ke Tangan Muslim

Ada Teks Pro-Nazi di Bawah Monumen Perang Austria

Ada Teks Pro-Nazi di Bawah Monumen Perang Austria

Baca Juga

Berita Lainnya