Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Saudi Tutup Jalur Udara, Laut dan Darat Menuju Yaman

Albalad
Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh
Bagikan:

Hidayatullah.com—Koalisi militer pimpinan Arab Saudi  menutup semua akses udara, laut dan darat menuju Yaman untuk mengurangi gerakan senjata pemberontak Syiah al Houthi  yang didukung Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh  Saudi Press Agency (SPA) hari Selasa, langkah tersebut dilakukan menyusul berlalunya sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman ke Riyadh, kemarin, yang digambarkan berbahaya.

“Komando Pasukan Sekutu memutuskan menutup sementara semua jalur udara, laut dan darat Yaman,” kata pernyataan SPA, dan menambahkan, pekerja bantuan dan pasokan kemanusiaan tetap dapat masuk dan keluar dari Yaman.

Baca: Arab Saudi Berhasil Gagalkan Serangan Rudal dari Yaman

Pemberontak Syiah Houthi yang didukung rezim Iran dilaporkan mendominasi sebagian besar Yaman dan sering menembakkan rudal menuju Arab Saudi.

Sabtu lalu, militer Saudi berhasil menghadang sebuah rudal balistik yang menargetkan Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh. Rudal bisa mencapai 900 kilometer ditembakkan menuju   bandara internasional Riyadh setelah diluncurkan dari Yaman hari Sabtu (04/11/2017).

Rudal  mendarat di daerah tak berpenduduk di bandara dan tak ada yang cedera.

Arab Saudi dan Koalisi Negara-Negara Teluk menargetkan serangan terhadap milisi Syiah Houthi setelah kelompok pemberontak itu menduduki Istana  termasuk Ibu Kota Sanaa sejak tahun 2015, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansyur Hadi melarikan diri ke Arab Saudi.

Baca: Pemimpin Senior Milisi Syiah Houthi Yaman dan Hizbullah Tewas

Saudi mengatakan, pihaknya  sedang melakukan penyelidikan terhadap puing-puing rudal balistik, para ahli teknologi militer mengkonfirmasi bahwa rudal tersebut dibuat oleh Iran dan diselundupkan ke militan Houthi di Yaman untuk menyerang Arab Saudi.

Arab Saudi dan sekutunya di telah memperjelas bahwa mereka memandang Iran sebagai negara yang bertanggung jawab atas konflik Yaman, di mana lebih dari 10.000 orang telah terbunuh dalam dua tahun terakhir.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan di akun Twitter-nya hari Senin bahwa Pemerintah Riyadh memiliki hak untuk menanggapi apa yang dia sebut “tindakan bermusuhan” Iran.

Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khaled bin Ahmed al-Khalifa juga men-tweet bahwa Iran adalah bahaya nyata bagi wilayah tersebut.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Partisipasi Pemilih Rendah Al-Sisi Dapat Suara Mayoritas

Partisipasi Pemilih Rendah Al-Sisi Dapat Suara Mayoritas

NATO Tangkap Ulama, Warga Afghanistan Protes

NATO Tangkap Ulama, Warga Afghanistan Protes

Negara Arab Kecam Kekejaman Israel di DK-PBB

Negara Arab Kecam Kekejaman Israel di DK-PBB

Kontraktor Perang AS Bayar $5 Juta untuk Korban Penyiksaan di Abu Ghraib

Kontraktor Perang AS Bayar $5 Juta untuk Korban Penyiksaan di Abu Ghraib

Mesir Haramkan Senam Yoga

Mesir Haramkan Senam Yoga

Baca Juga

Berita Lainnya