Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tanggapi Penangkapan, Raja Salman: Hukum Tidak Pandang Bulu

Raja Salman bin Abdulaziz al Saud
Bagikan:

Hidayatullah.com–Raja Salman telah memerintahkan kampanye anti-korupsi baru sebagai bagian dari “agenda reformasi aktif yang bertujuan mengatasi masalah terus-menerus yang telah menghambat upaya pembangunan di Kerajaan Arab Saudi dalam beberapa dekade terakhir.” Demikian bunyi sebuah siaran pers dari Kementerian Komunikasi Saudi sebagaimana dikutip CNN, Ahad (05/11/2107).

“Hukum akan diterapkan secara tegas pada setiap orang yang menyentuh uang publik dan tidak melindunginya atau menggelapkannya, atau menyalahgunakan kekuasaan dan pengaruhnya. Ini akan diterapkan pada mereka yang besar dan kecil, dan kami tidak akan takut pada siapa pun,” kata Raja Salman dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di TV pemerintah Saudi seperti dikutip Bloomberg, Ahad (05/11/2017).

Baca: Arab Saudi Pecat Menteri Senior dan Tahan 11 Pangeran

Keputusan kerajaan tersebut mengatakan bahwa Komite Anti Korupsi dibutuhkan “karena kecenderungan beberapa orang untuk melakukan penyalahgunaan, menempatkan kepentingan pribadi mereka di atas kepentingan publik, dan mencuri dana publik, serta akan melacak dan memberantas korupsi di semua level,” menurut rilis Kementerian Komunikasi Saudi tersebut.

Alasan Pembersihan

Sementara itu, John Defterios, Editor Emerging Markets CNN yang telah meliput Arab Saudi sejak tahun 1990-an, mengatakan bahwa “penyapuan” yang terjadi baru-baru ini di Saudi merupakan bagian dari “perombakan puncak ke bawah” yang dilakukan oleh sang Putra Mahkota, lapor CNN, Ahad (05/11/2017).

“Dari keseluruhan rencana Vision 2030-nya, untuk melakukan reformasi sosial dengan diperbolehkannya wanita mengemudi, dan seperti yang kita lihat sekarang sebagai kaki yang ketiga, sebuah dorongan agresif untuk membasmi korupsi,” katanya.

Baca: Inilah Orang Kaya Saudi yang Ditangkap Komisi Anti Korupsi

Defterios mengatakan   bahwa korupsi tidak mungkin menjadi alasan keseluruhan di balik “pembersihan” secara radikal dan meluas.

“Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Putra Mahkota masih muda dan sangat mungkin berkuasa selama beberapa dekade. Dia ingin mengkonsolidasikan barisan di sekelilingnya,” katanya.*/Abd Mustofa

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Iran Merilis Data Baru Program Nuklir

Iran Merilis Data Baru Program Nuklir

Amerika Dorong Siswa Kuwait Jadi Jurnalis

Amerika Dorong Siswa Kuwait Jadi Jurnalis

Mufti Saudi Arabia Kritik Sinetron Turki

Mufti Saudi Arabia Kritik Sinetron Turki

Mahasiswa Indonesia Asal Bima Juara 1 Lomba Khatib di Universitas Majma’ah Saudi

Mahasiswa Indonesia Asal Bima Juara 1 Lomba Khatib di Universitas Majma’ah Saudi

Jaksa Agung AS Bantah Trump, Tidak Ada Kecurangan Meluas dalam Pilpres November 2020

Jaksa Agung AS Bantah Trump, Tidak Ada Kecurangan Meluas dalam Pilpres November 2020

Baca Juga

Berita Lainnya