Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Prancis Setuju Referendum Kemerdekaan Kaledonia Baru 2018

Bagikan:

Hidayatullah.com—Wilayah Prancis di Pasifik, Kaledonia Baru, akan menggelar referendum kemerdekaan tahun depan, berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan pemerintah Prancis.

Dilansir BBC, para pemimpin Kaledonia Baru menggelar pertemuan 9 jam dengan menteri-menteri Prancis di Paris pada hari Kamis (2/11/2017). Kesepakatan politik di antara mereka membuka jalan untuk kemerdekaan Kaledonia Baru.

November 2018 ditetapkan menjadi batas akhir waktu penyelenggaran referendum. Kaledonia Baru, yang terletak di sebelah timur Benua Australia, memiliki sekitar 275.000 penduduk.

Pada tahun 1980-an, terjadi bentrokan-bentrokan antara pasukan Prancis dengan orang pribumi dari suku Kanak. Puncak dari konflik itu adalah ketika separatis Kanak menyandera sekelompok anggota gendarmerie Prancis di dalam sebuah gua. Serangan yang dilancarkan pasukan Prancis merenggut nyawa 19 orang Kanak dan dua tentara Prancis.

Noumea Accord 1998 menyebutkan perihal dekolonisasi Pranics atas Kaledonia Baru, dengan referendum paling lambat digelar tahun 2018. Orang Kanak mencakup 45% dari populasi.

Jika hasil referendum menunjukkan mayoritas penduduk ingin memisahkan diri dari Prancis, maka Kaledonia Baru menjadi teritori Prancis pertama yang melepaskan diri dari kolonisasi sejak Djibouti (1977) dan Vanuatu (1980) merdeka.

Ketika baru menjabat bulan Mei lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa dia berharap Kaledonia Baru tetap akan menjadi bagian dari teritori Prancis. Pasalnya, “kehadiran Prancis diperlukan untuk menjaga perdamaian dan pembangunan” di sana. Dia beralasan, Kaledonia Baru berjibaku dengan masalah pengangguran yang tinggi, pendidikan yang gagal, kecanduan minuman beralkohol, serta tindak kriminal pemuda.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Pecat 900 Imam dan Khatib Masjid

Saudi Pecat 900 Imam dan Khatib Masjid

Bernafsu Sebut Islam, PBB Kritik Media Tentang Serangan Norwegia

Bernafsu Sebut Islam, PBB Kritik Media Tentang Serangan Norwegia

Kabbalah Gelar Konvensi Dunia di Tel Aviv

Kabbalah Gelar Konvensi Dunia di Tel Aviv

Covid-19: Inggris Beli 20.900 Ventilator £569 Juta Sebagian Besar Belum Terpakai

Covid-19: Inggris Beli 20.900 Ventilator £569 Juta Sebagian Besar Belum Terpakai

Bekas Anak Buah Mubarak, Jadi PM Mesir yang Baru

Bekas Anak Buah Mubarak, Jadi PM Mesir yang Baru

Baca Juga

Berita Lainnya