Senin, 5 Juli 2021 / 25 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Wanita Yaman Berhasil Hentikan Konflik Berdarah Dua Suku

SG
Sumaya Ahmed al-Hussam
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang aktivis wanita Yaman berhasil menghentikan perseteruan berdarah antara dua suku yang berlangsung selama 11 tahun dan mengakibatkan lebih dari 60 orang tewas dan 130 orang cedera, termasuk wanita dan anak-anak.

Perseteruan itu terus berlanjut meski telah ada upaya mediasi yang dilakukan pemerintah, penduduk setempat, anggota suku dan masyarakat.

“Pertumpahan berdarah yang terus berlanjut ini memaksa saya untuk bertindak meskipun saya  seorang wanita dan hidup di masyarakat konservatif,” kata Sumaya Ahmed al-Hussam, yang mengakhiri konflik panjang antara suku Bani Badr dan Bait al-Qaidi di provinsi Hajjah, Yaman barat laut.

Baca: Setengah Juta Orang Terkena Kolera di Yaman

Sumaya al-Hussam melakukan upaya mediasi dalam penyelesaian konflik atas sebidang tanah yang mengakibatkan serangkaian pembunuhan balas dendam yang menewaskan 60 anggota suku dan mencederai lebih dari 130 orang, termasuk anak-anak, wanita dan remaja di tahun 2012.

Kegagalan semua upaya mediasi sebelumnya karena tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Sumaya al-Hussam mulai menerapkan rencana tindakannya setelah melakukan investigasi lapangan di daerah konflik untuk mengetahui penyebab dan perspektif suku-suku yang saling berselisih itu guna mencapai sebuah resolusi.

Dia bisa melibatkan semua pihak terkait untuk mencapai kesepakatan damai yang menghentikan konflik tersebut dan mengembalikan kehidupan  normal kembali di wilayah tersebut.

Baca: Tantangan Keberhasilan Arab Spring di Yaman

Sumaya, yang berpartisipasi dalam The National Dialogue Conference (NDC) pada tahun 2013, telah mengambil prakarsa “Sebuah langkah menuju perdamaian abadi dalam pandangan seorang wanita” dan sebagai hasilnya dia telah dinominasikan untuk berkompetisi dalam “Queen of Social Responsibility Programme” tahun 2017.

Program ini menyatukan peserta dari seluruh dunia Arab untuk menemukan prakarsa perempuan yang ditujukan untuk melayani masyarakat sipil.

Melalui prakarsa ini, Sumaya mengatakan bahwa dia berusaha membuat “mimpinya menjadi kenyataan meskipun di dalam area yang kecil di negaranya yang luas.”*/Abd Mustofa

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pemadam Zionis Sebut Api Telah Padam, Kebakaran Baru pun Bermunculan

Pemadam Zionis Sebut Api Telah Padam, Kebakaran Baru pun Bermunculan

Kekhawatiran Produk Halal Ancam Ekspor Makanan Australia

Kekhawatiran Produk Halal Ancam Ekspor Makanan Australia

Libya Kecam Drone Amerika

Libya Kecam Drone Amerika

Seribu Orang Dievakuasi Akibat Dua Kebakaran Hutan di California

Seribu Orang Dievakuasi Akibat Dua Kebakaran Hutan di California

Dua Puluh Tahun Memburu Jabatan PM Malaysia, Anwar Ibrahim Masih Sabar Tunggu Giliran

Dua Puluh Tahun Memburu Jabatan PM Malaysia, Anwar Ibrahim Masih Sabar Tunggu Giliran

Baca Juga

Berita Lainnya