Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pria yang Dicegah Bunuh Diri Oleh Erdogan, Membunuh Pacar Istrinya

Vezir Catras bersalaman dengan Erdogan usai batal bunuh diri. Pengawal Erdogan menarik Catras dari pinggir pagar jembatan Selat Bosphoru, 25/12/2015 (inzet).
Bagikan:

Hidayatullah.com—Masih ingat cerita seorang pria yang batal bunuh diri di jembatan Selat Bosphorus tahun 2015, karena dicegah oleh rombongan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang kebetulan melintas? Pria itu awal bulan Oktober ini menjadi tersangka pembunuh pacar istrinya.

Dilaporkan berbagai media Turki, pembunuhan tersebut diketahui terjadi pada Senin 2 Oktober 2017 di distrik Sultangazi, Istanbul, ketika petugas pemadam kebakaran dipanggil ke daerah tersebut setelah asap terlihat mengepul keluar dari sebuah bangunan tempat tinggal, lapor Hurriyet.

Setelah polisi tiba di tempat kejadian untuk menyelidiki, mereka menemukan sesosok mayat di apartemen itu.

Polisi mengidentifikasi korban sebagai Celal Dogancik, yang bekerja sebagai disc jockey di sebuah tempat hiburan di sekitar Istanbul. Tim investigasi mendapati tanda-tanda bahwa korban dicekik hingga tewas sebelum apartemennya dibakar.

Tersangka utama pembunuhan itu adalah Vezir Catras, laki-laki yang pada 25 Desember 2015 batal bunuh diri karena rombongan Presiden Erdogan yang kebetulan sedang melintasi jalan raya di jembatan Selat Bosphorus mencegahnya. Menyusul peristiwa itu, foto Catras yang sedang merunduk berjabat tangan dengan Erdogan, yang duduk di dalam mobil sedang dalam posisi menelepon menggunakan perangkat iPhone-nya, lantas menyebar luas di berbagai media. Catras menjadi dikenal sebagai pria yang “diselamatkan Erdogan” dari bunuh diri.

Vezir Catras kepada polisi mengaku sebagai pelaku pembunuhan Dogancik. Dia mengatakan kepada petugas kepolisian, hal tersebut dilakukan karena Dogancik berselingkuh dengan istrinya.

Menurut Catras, pada April 2016 dirinya sudah berpisah dari istrinya, sementara dia mengurus sendiri kedua anak mereka.

Catras mengaku mengalami kesulitan finansial berkepanjangan, dan setelah dicegah bunuh diri oleh rombongan presiden dia diberi pekerjaan di sebuah kantor pemerintah atas instruksi Erdogan. Namun, sepertinya kesulitan yang dihadapinya tidak berhenti di sana.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pers Inggris: Lawan Nuklir Iran dengan Diplomasi

Pers Inggris: Lawan Nuklir Iran dengan Diplomasi

AL Inggris Siapkan Kapal Baru Khusus Lindungi Kabel Bawah Laut

AL Inggris Siapkan Kapal Baru Khusus Lindungi Kabel Bawah Laut

Rusia Bombardir Wilayah Perbatasan Suriah-Turki dukung Kurdi Kuasai Perbatasan

Rusia Bombardir Wilayah Perbatasan Suriah-Turki dukung Kurdi Kuasai Perbatasan

Dua Toko Ritel Milik Pemimpin Al-Ikhwan Disita

Dua Toko Ritel Milik Pemimpin Al-Ikhwan Disita

Universitas California Tarik Investasi Mesin Perang

Universitas California Tarik Investasi Mesin Perang

Baca Juga

Berita Lainnya