Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Aktivis Buddha Radikal Tolak Myanmar Pulangkan Etnis Rohingya

news.Sky
Kelompok Buddha radikal meminta Myanmar tak mengembalikan etnis Rohingnya ke wilayah Rakhine
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ratusan warga Buddha radikal hari Ahad (22/10/2017)  melakukan aksi unjuk rasa mendesak pemerintah Myanmar tidak memulangkan hampir 600 ribu warga minoritas Muslim Rohingya, yang telah melarikan diri ke Bangladesh sejak akhir Agustus 2017, kutip news.sky.com.

Aksi protes  berlangsung di Sittwe, ibu kota negara bagian tersebut, di mana banyak warga Rohingya bermukim sebelum pecahnya kekerasan antar kelompok masyarakat pada tahun 2012 memaksa mereka meninggalkan rumah.

“Orang-orang ini tidak memiliki hak untuk menjadi warga negara, rencana pemerintah untuk menetapkan zona bebas konflik tidak akan pernah diterapkan,” kata Aung Htay, seorang penyelenggara protes sebagaimana dikutip news.sky.

Baca: Biksu Radikal Buddha Sri Lanka Serang Rumah Pengungsi Etnis Rohingya

Seorang pejabat mengatakan, etnis Rohingya tidak mungkin bisa merebut kembali tanah mereka, dan mungkin mendapati panen mereka telah dipanen dan dijual pihak pemerintah.

Bulan lalu, pihak berwenang Sri Lanka sempat memindahkan 31 pengungsi Rohingya ke lokasi penampungan baru setelah ekstremis Buddhis menyerang tempat penampungan etnis Muslim milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  di Ibu Kota Sri Lanka pada Selasa, memaksa pemerintah memindahkan pengungsi, kata para pejabat.

Baca: ‘Zona Bebas Muslim’ Dinilai Semakin Meningkat di Myanmar

Gerombolan biksu radikal Buddha memimpin sekelompok perusuh untuk menerobos masuk dan memasuki bangunan berdinding dimana para pengungsi yang ketakutan berkumpul di lantai atas, kata seorang perwira polisi. Massa juga melempari penjaga dan kompleks tersebut dengan batu.

Myanmar tidak mengakui Rohingya sebagai kelompok etnis dan menegaskan bahwa mereka adalah migran ‘Bengali’ dari Bangladesh yang hidup secara ilegal, walaupun banyak keluarga Rohingnya lahir dan tinggal di negeri itu selama beberapa generasi.

Diskriminasi yang dialami Rohingya oleh Myanmar dimana etnis ini dikeluarkan dari 135 kelompok etnis resmi di negara tersebut dan menolak kewarganegaraan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PBB Anggap AS Banyak Sembunyikan Masalah Guantanamo

PBB Anggap AS Banyak Sembunyikan Masalah Guantanamo

Pro dan Anti Presiden Erdogan Bentrok di Depan Kedubes Turki di Belgia

Pro dan Anti Presiden Erdogan Bentrok di Depan Kedubes Turki di Belgia

Presiden Afsel Cyril Ramaphosa Tak Terima Dituduh Korupsi

Presiden Afsel Cyril Ramaphosa Tak Terima Dituduh Korupsi

Laporan Eurostat 2017: Uni Eropa Beri Suaka 538.000 Orang

Laporan Eurostat 2017: Uni Eropa Beri Suaka 538.000 Orang

China Berlakukan Pindai Wajah Bagi Pengguna Ponsel

China Berlakukan Pindai Wajah Bagi Pengguna Ponsel

Baca Juga

Berita Lainnya