Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Politisi Hindu India: Taj Mahal Dibangun oleh Pengkhianat

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang politisi dari partai berkuasa Bharatiya Janata (BJP) menyebut Taj Mahal sebagai “noda pada kebudayaan India” yang dibangun oleh “para pengkhianat”.

Hal itu dikatakan Sangeet Som, wakil rakyat di negara bagian Uttar Pradesh, ketika berpidato di kota Meerut dan sepekan setelah nama Taj Mahal tidak lagi dimasukkan dalam buku panduan wisata Uttar Pradesh.

“Banyak orang terluka melihat Taj Mahal dicoret dari daftar [tempat bersejarah dalam buku panduan wisata UP],” kata Som hari Ahad (15/10/2017) seperti dilansir BBC.

“Apa ini yang namanya sejarah, yang mana orang yang membangun Taj Mahal memenjarakan ayahnya sendiri?”

“Apa Anda menyebutnya sejarah ketika orang yang membangun Taj menarget banyak orang Hindu di Uttar Pradesh dan Hindustan?” kata Som. “Jika ini yang namanya sejarah, maka sangat disayangkan. Kita akan mengubah sejarah ini, saya jamin.”

Shah Jahan adalah seorang maharaja Muslim dari Mughal yang membangun Taj Mahal, sebuah bangunan di atas kuburan, untuk mengenang istri yang paling dicintainya pada tahun 1643. Dia tidak memenjarakan ayahnya, dia justru dipenjarakan oleh putranya yang bernama Aurangzeb.

Ini bukan pertama kalinya Som mengeluarkan pernyataan konstroversial yang berpotensi menyulut kerusuhan antar kelompok masyarakat. Dia pernah didakwa menyulut kerusuhan Hindu-Muslim di Muzzafarnagar yang menewaskan 62 orang pada tahun 2013.

Meskipun tidak mengecam sejawatnya itu, jubir BJP Nalin Kohli menjauhkan partainya dari pernyataan kontroversial yang dikeluarkan Som.

“Itu adalah pandangan pribadi,” kata Kohli seperti dikutip NDTV News.

“Taj Mahal adalah bagian penting dari sejarah kita, bagian sangat luar biasa dari India,” imbuhnya.

Taj Mahal kerap dijadikan sasaran tembak politisi Hindu untuk menyerang komunitas Muslim.

Nasionalis Hindu Yogi Adityanath, kepala menteri Uttar Pradesh, pada bulan Juni lalu mengatakan Taj Mahal “tidak mencerminkan kebudayaan India.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Belanda Setuju Larang Burqa

Belanda Setuju Larang Burqa

Al Ikhwan Dukung Caleg Qibhty Bukan Salafy

Al Ikhwan Dukung Caleg Qibhty Bukan Salafy

Dituduh Propaganda Anti-Pemerintah Iran, Wartawati Dibui dan Dicambuk

Dituduh Propaganda Anti-Pemerintah Iran, Wartawati Dibui dan Dicambuk

Tuduh koleganya Gulenis, Peneliti di Univ Osmangazi Bunuh 4 Staf

Tuduh koleganya Gulenis, Peneliti di Univ Osmangazi Bunuh 4 Staf

Berbau Islam, India Ganti Nama Kota Bersejarah Allahabad

Berbau Islam, India Ganti Nama Kota Bersejarah Allahabad

Baca Juga

Berita Lainnya