Selasa, 21 September 2021 / 13 Safar 1443 H

Internasional

Turki Memulai Operasi Udara dan Tutup Perbatasan di Iraq Utara

TRT
Bagikan:

Hidayatullah.com–Angkatan Bersenjata Turki meluncurkan operasi udara pada teroris yang sedang bersiap untuk menyerang Iraq utara.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kepala Staf Umum, sekelompok ‘teroris’ yang diidentifikasi Turki selama kegiatan eksplorasi dan pengawasan di wilayah utara Zap, Iraq.

Kampanye udara siap menyerang zona zona di garis perbatasan, tulis TRT World.

Turki telah menutup wilayah udaranya untuk penerbangan dari dan ke utara Iraq sejak Senin, kata Wakil Perdana Menteri dan juru bicara pemerintah Turki.

Baca: Erdogan Ancam Beri Sanksi Ekonomi Menyeluruh pada Kurdi Iraq

Setelah mengikuti rapat kabinet di Ankara, Bekir Bozdag mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan kabinet tersebut diambil atas saran dari Dewan Keamanan Nasional.

“Mulai sekarang, tidak ada pesawat yang boleh terbang ke bandar udara di wilayah Pemerintah Daerah Kurdis (KRG) dan tidak ada pesawat dari wilayah tersebut yang boleh melintas di wilayah udara Turki,” jelas Bozdag.

Bulan lalu, KRG menggelar referendum di wilayah utara Iraq. Hasilnya, 93 persen suara mendukung kemerdekaan wilayah KRG dari Baghdad. Referendum tersebut mendapat kecaman dari Baghdad, Turki, Iran, mau pun Amerika Serikat.

Bozdag juga mengatakan bahwa pemerintah mulai mempertimbangkan saran lain dari dewan, termasuk upaya untuk mengambil alih jalur perbatasan Ibrahim Khalil atau Habur yang menghubungkan antara Turki dengan wilayah Kurdi di utara Iraq.

Baca: Turki Tahan 160 Orang dalam Operasi Imigrasi

Setelah rapat kabinet, pemerintah mengajukan mosi kepada Parlemen Turki untuk memperpanjang status masa darurat selama tiga bulan mendatang.

Berdasarkan mosi tersebut, perpanjangan baru akan mulai berlaku pada 19 Oktober pukul 1 pagi.

Turki mendeklarasikan masa darurat untuk pertama kalinya pada Juli 2016, setelah adanya percobaan kudeta  yang mengakibatkan 250 tewas dan hampir 2.200 luka-luka.

Ankara menuding FETO sebagai dalang di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan dengan infiltrasi ke institusi-institusi Turki, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Adzan dengan Pengeras Suara Menuai Kontroversi Baru di Mesir

Adzan dengan Pengeras Suara Menuai Kontroversi Baru di Mesir

Presiden Tunisia Dikirimi Paket Beracun

Presiden Tunisia Dikirimi Paket Beracun

Presiden SBY Serukan Perkuat Diplomasi untuk Palestina

Presiden SBY Serukan Perkuat Diplomasi untuk Palestina

Paus: Kemunafikan Telah Merusak Kredibilitas Gereja

Paus: Kemunafikan Telah Merusak Kredibilitas Gereja

Pelaku Pembakaran Masjid di AS Dihukum 30 Tahun Penjara

Pelaku Pembakaran Masjid di AS Dihukum 30 Tahun Penjara

Baca Juga

Berita Lainnya