Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Turki Memperingatkan Adanya Konspirasi Berbahaya terhadap Palestina

t Haber7
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu telah memperingatkan konspirasi berbahaya sedang direncakan terhadap kasus Palestina, menambahkan bahwa negara-negara di wilayah itu sedang berupaya mengubah Otoritas Palestina (PA) dan menempatkan boneka-bonekanya, kutip Anadolu Agency kemarin.

Cavusoglu menambahkan bahwa Turki telah dikritik secara luas karena mempertahankan hubungan-hubungan dengan Hamas sejak kelompok pergerakan itu memenangkan Pemilu pada 2006.

Dia kemudian menekankan pentingnya mengakhiri perpecahan Palestina. Ankara, dia menjelaskan, akan terus melanjutkan semua bentuk dukungannya dalam membangun kembali rumah sakit dan sekolah-sekolah di Gaza, serta menyelesaikan krisis listrik dan air.

“Melakukan pertemuan dengan pemerintahan Palestina di Gaza setelah pembubaran komite administratif Hamas merupakan sebuah langkah bersejarah demi masa depan Palestina,” katanya.

Baca:  Hamas Puji Sikap Turki yang Dukung Gaza dan Isu Palestina 

“Kami menganggap itu langkah yang sangat positif,” dia menambahkan, sembari menekankan bahwa negaranya berkontribusi dalam membantu mencapai kata sepakat.

Otoritas Palestina menyelenggarakan pertemuan kabinet pertamanya di Jalur Gaza kemarin dan mulai untuk mengambil kendali kementrian di wilayah yang terblokade setelah perundingan bersama dengan Hamas.

September lalu,  Mesir memulai upaya-upaya mediasi antara gerakan perlawanan Hamas dan kelompok Fatah yang dikenal sekuler guna melanjutkan proses ‘rekonsiliasi Palestina’.

Pertemuan, yang diluncurkan di bawah naungan Kepala Intelijen Mesir Mohammad Farid Al-Tohamy, membahas proses rekonsiliasi, blokade dan rekonstruksi Gaza  serta Pemilihan Umum (Pemilu)  dipimpin Perdana Menteri Otoritas Palestina Rami Hamdallah.

Baca:  Delegasi Tingkat Tinggi Hamas Kunjungi Kairo

Menurut laporan AFP, perundingan kedua belah pihak dipusatkan pada pembahasan mengenai “pengembalian (pemerintahan persatuan) di Jalur Gaza serta penerapan kewenangannya tanpa ada halangan”, kata ketua delegasi Fatah, Azzam Al-Ahmad.

Di bawah mediasi Mesir, Israel dan Palestina pada 26 Agustus sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang mengakhiri perang 50 hari antara Hamas dan Penjajah Israel.  Faksi-faksi yang bersaing di Palestina didesak membangun ‘pemerintahan bersatu yang independen’.

Sebagaimana diketahui, Hamas didukung mayoritas rakyat Palestina terus melakukan perlawanan, sementara kelompok Fatah dan Otoritas Palestina (PA), banyak dikendalikan Amerika dan Israel. Sebagaimana halnya Pemerintah Mesir yang banyak dikendalikan Penjajah Israel.*

 

Rep: Nashirul Haq AR
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Taliban Pakistan Ancam Akan Bom Amerika

Taliban Pakistan Ancam Akan Bom Amerika

Ratusan Ribu Jamaah Haji Padati Kakbah untuk Tawaf Wada

Ratusan Ribu Jamaah Haji Padati Kakbah untuk Tawaf Wada

Dubes Israel Kabur dari Rumahnya di Kairo

Dubes Israel Kabur dari Rumahnya di Kairo

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Taiwan Bernilai $2,2 Miliar

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Taiwan Bernilai $2,2 Miliar

Uni Eropa akan Ajukan Banding Soal Pencoretan Hamas dari Daftar Teroris

Uni Eropa akan Ajukan Banding Soal Pencoretan Hamas dari Daftar Teroris

Baca Juga

Berita Lainnya