Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Biksu Radikal Buddha Sri Lanka Serang Penampungan Pengungsi Rohingya

AP/Eranga Jayawardena
Umat Buddha Sri Lanka melakukan aksi demonstrasi sebagai solidaritas pada umat Buddha Myanmar, di Kolombo, Sri Lanka, 15 September 2017
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Sri Lanka hari Rabu memindahkan 31 pengungsi Rohingya ke lokasi penampungan baru setelah ekstremis Buddhis menyerang tempat penampungan etnis Muslim milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  di Ibu Kota Sri Lanka pada Selasa, memaksa pemerintah memindahkan pengungsi, kata para pejabat.

Gerombolan biksu radikal Buddha memimpin sekelompok perusuh untuk menerobos masuk dan memasuki bangunan berdinding dimana para pengungsi yang ketakutan berkumpul di lantai atas, kata seorang perwira polisi. Massa juga melempari penjaga dan kompleks tersebut dengan batu.

Sebagaimana dikutip AFP, para biksu yang mengenakan jubah safron memimpin massa merobohkan pagar penampungan Rohingya milik PBB di distrik Mount Lavinia itu. Massa juga melempari penjaga dan kompleks tersebut dengan batu.

“Kami dapat menghentikan kerusuhan tersebut dan para pengungsi akan dipindahkan ke tempat yang aman,” kata seorang pejabat kepada AFP yang meminta namanya dirahasiakan karena dia tidak diizinkan untuk berbicara dengan media massa.

Baca: Ekstremis Buddha Blokir Akses Muslim Rohingya

Dua polisi terluka dalam insiden tersebut. Tidak dilaporkan adanya luka-luka dialami oleh para pengungsi Rohingya, yang 16 di antaranya adalah anak-anak. Polisi berhasil mengamankan para pengungsi dengan merelokasi mereka ke tempat lain, kutip laman channelnewsasia.com.

Setelah ini mereka akan dikirim ke negara ketiga dan diizinkan tinggal di Sri Lanka sambil menunggu dokumennya siap.

Sebanyak 31 pengungsi Rohingya diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka  pada tanggal 26 Mei setelah perahu yang mereka tumpangi hanyut di perairan negara itu.

Di media sosial, polisi seorang biksu yang menyerbu gedung itu melakukan provokasi sebelum menyerang. Dalam video itu, kelompok biksu radikal Sinhale Jathika Balamuluwa saat itu mendesak orang untuk bergabung dengannya untuk menyerang bangunan, tempat dimana pengungsi Rohingya tinggal.

“Mereka adalah teroris Rohingya yang membunuh biksu Buddha di Myanmar,” ujar sang biksu dalam rekaman itu, sembari menunjuk kepada seorang wanita Rohingya yang tengah menggendong anak-anaknya.

Baca: ‘Zona Bebas Muslim’ Dinilai Semakin Meningkat di Myanmar .

Biksu radikal Buddha di Sri Lanka memiliki hubungan dekat dengan gerakan ultra nasionalis di Myanmar. Keduanya didakwa mengatur kekerasan terhadap minoritas Muslim di negara masing-masing.

Ratusan ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar saat kekerasan meletus di negara tersebut.

Mereka selama beberapa dekade menjadi sasaran kekejaman dan diskriminasi yang disponsori negara di mana mayoritas umat Buddha tinggal.

Mereka dianggap sebagai imigran gelap dari Bangladesh meskipun telah tinggal selama berabad-abad di Myanmar.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Seribu Lebih Keluarga Suriah Mengungsi di Lebanon

Seribu Lebih Keluarga Suriah Mengungsi di Lebanon

Ikuti Tuntutan Biksu dan Warga Buddhis, Myanmar Cabut Hak Pilih Rohingya

Ikuti Tuntutan Biksu dan Warga Buddhis, Myanmar Cabut Hak Pilih Rohingya

Pakistan Undang Tokoh Penting Taliban untuk Perundingan dengan Pemerintah Afghanistan

Pakistan Undang Tokoh Penting Taliban untuk Perundingan dengan Pemerintah Afghanistan

Amnesty Minta Kanada Tangkap George Bush

Amnesty Minta Kanada Tangkap George Bush

Bantu Palestina, Imam Masjid Ohio Dituduh Teroris

Bantu Palestina, Imam Masjid Ohio Dituduh Teroris

Baca Juga

Berita Lainnya