Pria Politisi Partai Kiri Swedia Mengaku Diperkosa karena Ideologi Politiknya

Polisi mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki kasus tersebut.

Pria Politisi Partai Kiri Swedia Mengaku Diperkosa karena Ideologi Politiknya

Terkait

Hidayatullah.com—Seorang pria politisi Swedia di laman Facebook mengaku bahwa dirinya menjadi korban perkoasaan oleh pelaku yang mengancamnya dengan pisau, disebabkan oleh aliran politiknya.

Patrick Liljeglod adalah sorang ketua grup dari Partai Kiri di kota Falun.

Dia berbicara mengenai serangan seksual yang dialaminya dalam sebuah pertemuan dewan pada hari Kamis malam (14/9/2017), lapor BBC.

“Saya diperlakukan dengan keji dan diperkosa di bawah todongan pisau dengan alasan bahwa saya adalah seorang [sensor hinaan kasar] Kiri, bahwa orang-orang seperti kami adalah seperti ini, dan pada akhirnya saya disebut sebagai pengkhianat,” kata Liljeglod.

Polisi mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki kasus tersebut. Situs berita Swedia SVT melaporkan sejauh ini belum ada orang yang ditangkap, dan Pusat Forensik Nasional sedang menangani kasus itu.

Liljeglod mengatakan serangan yang dialaminya terjadi pada akhir bulan Juli lalu, ketika dirinya sedang berjalan kaki menuju rumahnya pada suatu malam di musim panas.

Dia mengaku sebenarnya lebih suka mengubur dalam-dalam apa yang telah dialaminya, sehingga tidak ada orang kecuali dirinya saja yang tahu. Namun, dia merasa berkewajiban untuk bersuara, sebab serangan itu bermotif politik.

“Saya berdiri di sini karena –mengingat kepercayaan mendalam saya bahwa demokrasi adalah bagian integral dari masyarakat kita– saya merasa bahwa saya harus [bicara],” tulis Liljeglod.

“Tidak ada yang lebih penting dari demokrasi, setiap hari ada orang mati demi membela hak berdemokrasi dan hak yang kita warisi dari orang-orang tua kita, perjuangan, kita harus terus berjuang,” tulisnya di Facebook.

Jubir kepolisian Stefan Dangardt kepada kantor berita TT mengatakan bahwa lokasi kejadian telah diperiksa dan hasilnya dikirim untuk dianalisa oleh tim forensik.

“Jika ternyata bahwa motifnya berkaitan dengan kecenderungan politik, maka jelas itu kejahatan kebencian,” ujarnya.

“Ada survei yang menunjukkan bahwa 30 persen dari seluruh politisi pernah menjadi korban kejahatan, tetapi hanya 20 persen yang melaporkannya,” kata Dangardt seperti dikutip SVT (14/9/2017).

Sejumlah orang memberikan semangat dan acungan jempol atas keberanian Liljeglod mengungkapkan peristiwa nahas yang dialaminya.

Partai Kiri adalah partai terbesar keenam di Swedia. Orang-orang partai itu menyebut diri mereka sebagai sosialis dan pro-feminis. Fokus perjuangan politiknya adalah masalah pekerjaan, kesejahteraan sosial dan kesetaraan gender.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !