Kamis, 21 Januari 2021 / 7 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Malaysia Ingin Beri Penampungan Lebih Banyak bagi Muslim Rohingya

MMO
Zulkifli Abu Bakar, Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA)
Bagikan:

Hidayatullah.com—Malaysia berkeinginan memberikan penampungan sementara bagi etnis Muslim Rohingya yang tertindas, demikian disampaikan  Zulkifli Abu Bakar, Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), pada Jumat seperti yang dilaporkan Daily Sabah.

Dalam pernyataannya hari Jumat,  Zulkifli Abu Bakar menegaskan bahwa penjaga pantai Malaysia tidak akan mengabaikan warga Rohingya.

Malaysia, berjarak ratusan kilometer dari Laut Andaman, kemungkinan akan menemukan lebih banyak kapal berisi pengungsi dari Myanmar dalam beberapa minggu dan bulan ke depan karena berlanjutnya kekerasan, kata Zulkifli Abu Bakar, dikutip Reuters.

Baca: Malaysia Meningkatkan Usaha Bantu Etnis Rohingya

Sebelum ini, Negara Jiiran itu telah menampung lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya.

“Kami seharusnya menyediakan kebutuhan dasar bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan mereka dan mendorong mereka menjauh. Tetapi akhirnya, karena alasan kemanusiaan, kami tidak akan dapat melakukan itu,” Zulkifli mengatakan pada Reuters, menambahkan bahwa belum terlihat  gelombang pengungsi baru menuju negara itu.

Malaysia, negara bermayoritas Muslim, kemungkinan besar akan menempatkan sementara para pengungsi Rohingya di pusat penahanan imigrasi, di mana warga asing tanpa dokumen biasanya ditahan, katanya.

Baca: Panglima TNI Siap Kirim Pasukan ke Myanmar, Kapolri akan Temui Kepala Kepolisiannya

Thailand juga telah mengatakan sedang bersiap untuk menerima orang-orang yang menghindari penindasan di Myanmar.

Terdapat sekitar 59.000 pengungsi Rohingya yang terdaftar dengan Badan Urusan Pengungsi di Perserikatan Bangsa – Bangsa (UNHCR) di Malaysia meskipun angka tidak resminya hampir dua kali lipat dari jumlah itu.

Pada tahun 2015, kuburan masal banyak ditemukan di kamp-kamp hutan di perbatasan antara Thailand dan Malaysia yang diperkirakan merupakan etnis Rohingya yang menjadi korban perdagangan manusia.

‘Operasi pembersihan’ militer Myanmar pada tanggal 25 Agustus 2017 menyebabkan lebih dari 1000 korban tewas, kata PBB. Namun sumber lain menyebutkan, korban sudah mencapai 2000 orang, memicu eksodus lebih dari 160.000 orang menuju Bangladesh.*

Rep: Nashirul Haq AR
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mengaku Sangat Malu, Paus Fransiskus Janji akan Menghukum Pedofil

Mengaku Sangat Malu, Paus Fransiskus Janji akan Menghukum Pedofil

Kanada Tangkap Tersangka Pembunuh Tokoh Pendiri Hamas

Kanada Tangkap Tersangka Pembunuh Tokoh Pendiri Hamas

LSM  Ajak Selamatkan 500 Etnis Rohingya yang Terjebak di Perairan Myanmar

LSM Ajak Selamatkan 500 Etnis Rohingya yang Terjebak di Perairan Myanmar

Pakistan akan Tinjau Kerja Sama dengan AS

Pakistan akan Tinjau Kerja Sama dengan AS

Korban Tewas di Rakhine Hampir 400 Orang,Erdogan: Ada Genosida di Myanmar

Korban Tewas di Rakhine Hampir 400 Orang,Erdogan: Ada Genosida di Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya