Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Gadis Afghan yang Kini Hidup di Inggris Dapat Beasiswa di Kampus Oxford

Malala Yousafzai daat diundang ke PBB
Bagikan:

Hidayatullah.com–Malala Yousafzai wanita Afghan yang diberi Hadiah Nobel Perdamaian akhirnya mendapat tempat melanjutkan pelajaran ke Universiti Oxford, lapor BBC.

Malala yang kini tinggal di Birmingham, membenarkan berita itu  melalui satu tweet ucapan selamat yang ditujukan kepada semua orang yang mengetahui keputusan pada Kamis.

Gadis yang berusia 19 tahun yang dikabarkan hampir dibunuh Taliban di Pakistan mengkampanyekan hak asasi anak-anak perempuan terhadap pendidikan pada tahun 2012 itu akan melanjutkan studi dalam bidang falsafah, politik dan ekonomi.

Baca: Dianggap Antek Barat Sekolah Swasta Pakistan Larang Buku Malala

Malala pernah tertembak di kepala dalam perjalanan pulang dari sekolah selepas menulis catatan tanpa nama mengenai kehidupan di bawah pemerintahan Taliban di barat laut Pakistan.

Pasca jadi korban penembakan, gadis dari keluarga bersuku Pusthun ini segera dirawat oleh lembaga-lembaga HAM di Barat.

Malala mulai berbicara di depan publik dengan isu hak atas pendidikan pada tahun 2008.

Pada 12 Juli 2013, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 16, diberi panggung dan berpidato di depan Forum Majelis Kaum Muda di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Selanjutnya, pada bulan Oktober 2014, ia bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan dan banyak bekerja untuk Barat.

Baca:  Etnis Wakhi: Tak Kenal Perang dan Tak Kenal Taliban

Malala pernah menulis memoarnya berjudul “I am Malala” yang ditulis bersama jurnalis Inggris Christina Lamb.

Namun warga Pakistan melarang buku itu dimasukkan ke perpustakaan karena menganggap gadis ini sekarang banyak menjadi jurubicara Barat.

Kashif Mirza, ketua Federasi Sekolah Swasta Seluruh Pakistan, pernah mengatakan organisasinya melarang buku Malala itu di sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan lembaganya.

Malala “merupakan contoh bagi anak-anak, tetapi buku itu menjadikannya kontroversial,” kata Mirza dikutip Aljazeera. *

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kejahatan Terhadap Muslim dan Yahudi Meningkat di London Selama tahun 2015

Kejahatan Terhadap Muslim dan Yahudi Meningkat di London Selama tahun 2015

Sel Hizbullah Ada di Nigeria

Sel Hizbullah Ada di Nigeria

Aktivis Muslim Inggris Dikirimi Qur`an Corat-Coret

Aktivis Muslim Inggris Dikirimi Qur`an Corat-Coret

Muslim Rusia Kekurangan Masjid

Muslim Rusia Kekurangan Masjid

Israel Sebut Upaya Palestina Membentuk Negara Sebagai ‘Perang’

Israel Sebut Upaya Palestina Membentuk Negara Sebagai ‘Perang’

Baca Juga

Berita Lainnya