Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Turki Bantah Klaim Israel Al-Quds Ibu Kota Penganut Yahudi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kementerian Luar Negeri Turki mengkritik keras Israel atas pernyataan terakhir mereka bahwa Al-Quds sudah menjadi ibu kota umat Yahudi  sejak zaman Daulah Utsmaniyah.

“Kita mengutuk keras pernyataan jubir Kemenlu Israel yang kelewat batas sebagai bantahan terhadap pernyataan presiden Racep Tayyip Erdogan mengenai perkembangan terakihr Al-haram As-Syarif,” ujar keterangannya pihak Kemenlu Turki hari Kamis sebagaimana dikutip laman ErDorar dalam bahasa Arab.

Kemenlu Turki menegaskan dalam keterangannya bahwa penghormatan terhadap agama-agama di Kota Al-Quds mencapai puncaknya justru pada masa Daulah Utsmaniyah.

Baca: Wakil PM Turki Ajak Dunia Islam Lindungi Al-Quds

Selain itu, pada masa tersebut semua agama dan golongan diperkenankan menjalankan ritual ibadah masing-masing dengan aman dan bebas.

“Isrel harus mengetahui hal itu,” tegasnya.

Pihaknya kembali menjelaskan bahwa Masjid Al-Aqsha adalah tanah tersuci ketiga bagi umat Islam. Urusan Masjid Al-Aqsha adalah prioritas bagi dunia Islam dan umat Islam sendiri.

“Kami harap umat Yahudi menjadi orang-orang yang paling tahu dan paling menghargai toleransi di masa Daulah Utsmaniyah yang tidak ada bandingannya di masa-masa setelahnya. Sekarangpun kebebasan beragama dan kebebasan menjalankan ajaran agama bagi umat Yahudi yang tinggal di Turki dilindungi dan dijamin oleh negara,” tambahnya lagi.

Baca: Erdogan Kecam Pelarangan Akses ke Masjid Al-Aqsha, Ajak Dunia Bertindak

Kritikan ini disampaikan sebagai balasan atas pernyataan  seseorang yang mewakili pihak Kemenlu Israel bernama Emmanuel Nahshon. Sebelumnya, Emmanuel memberikan pernyaan yang ditujukan pada Presiden Recep Tayyip Erdogan terkait Masjid Al-Aqsha.

“Masa Daulah Utsmaniyah sudah lama berlalu. Sedangkan Al-Quds telah, sedang, dan akan selamanya menjadi ibu kota bangsa Yahudi. Yang tinggal di rumah kaca tidak akan bisa melempar orang lain dengan batu,” demikian ucap Nahshon menyindir Presiden Erdogan.

Selasa lalu Erdogan berkata di hadapan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti), partai yang ia pimpin, “Apa yang dilakukan Israel saat ini adala upaya untuk merebut Masjid Al-Aqsha dari tangan umat Islam. Perlakuan terhadapa umat Islam yang ingin beribadah di masjid Al-Aqsha sebagai teroris tidak bisa kita terima,” katanya sebagaimana dikutip oleh wartawan radio dan televisi Turki.

“Kalau hari ini Israel dengan jelas mengotori halam Masjid Al-Aqsha dengan sepatu mereka serta menumpahkan darah umat Islam dengan alasan adanya kejadian kecil, maka sebabnya adalah karena belum cukupnya dukungan kita kepada Al-Aqsha,” tambah Erdogan.*/Fadli Maskur

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

RUU Anti Teror Saudi Dikritik Amnesty International

RUU Anti Teror Saudi Dikritik Amnesty International

Rusia Tuding Amerika Dalang Kerusuhan Pemilu

Rusia Tuding Amerika Dalang Kerusuhan Pemilu

Fahira Idris Bincang Gerakan Nasional Anti Miras di Madinah

Fahira Idris Bincang Gerakan Nasional Anti Miras di Madinah

Trump Ancam Tarik Pasukan Dari Arab Saudi Untuk Potong Produksi Minyak

Trump Ancam Tarik Pasukan Dari Arab Saudi Untuk Potong Produksi Minyak

Thailand Larang Pengungsi Rohingya Masuki Wilayahnya

Thailand Larang Pengungsi Rohingya Masuki Wilayahnya

Baca Juga

Berita Lainnya