Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Krisis Qatar: Malaysia Beri Dukungan Penuhnya Kuwait Cari Solusi

themalaymailonline.com
Menhan Malaysia, Hishammuddin bin Tun Hussein
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menteri Pertahanan Malaysia,  Hishammuddin bin Tun Hussein mengatakan, pemerintah Malaysia Malaysia siap membantu menyelesaikan krisis antara Qatar dengan negara-negara Arab.

Menurut Hishammuddin,  Malaysia berkomitmen mendukung peran Kuwait selaku pihak perantara dalam menyelesaikan krisis tersebut.

Politisi yang juga anggota UMNO ini menjelaskan, ada juga pihak lain seperti Turki dan Amerika Serikat (AS) yang sudah mengambil inisiatif untuk mencari solusi ke arah menyatukan kembali negara ini.

“Isu di Qatar bukan satu krisis yang mudah dan cukup kompleks. Tapi hubungan kita dengan negara-negara tersebut, penghormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh kepemimpinan mereka terhadap kita mengizinkan Malaysia bermain sedikit sebanyak peran jika diperlukan.

Baca: Qatar Bantu Dana Pengungsi Rohingya di Malaysia

“Tapi sejauh hari ini kita harus memberi kesempatan kepada Kuwait untuk memainkan perannya dalam meredakan ketegangan antara Qatar dan negara teluk berkenaan dan pada saat sama, itulah juga pendirian Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tentang peran Kuwait.

“Ini masih berjalan, kita pantau secara dekat. Jika diperlukan, hubungan yang telah kita wujudkan dengan negara tersebut, dapat membantu dan menempatkan Malaysia dalam satu posisi yang bukan saja strategis, tetapi dapat memainkan peran yang lebih mendalam,” katanya di gedung parlemen Malaysia, hari Kamis sebagaimana dikutip Astro Awani.

Baca: Sekjen OKI Puji Peran Malaysia dalam Kasus Rohingya

Pernyataan Hishammuddin ini disampaikan sebagai menjawab pertanyaan tambahan politisi Noor Ehsanuddin Mohd Harun Narrashid yang bertanya apakah Malaysia ikut menjadi penengah untuk menyelesaikan krisis di wilayah bersangkutan.

Mengulas lanjut Hishammuddin mengatakan, krisis antara Qatar dan negara tetangga seperti Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab yang melanda sejak 5 Juni 2017 lalu tidak berdampak hubungan diplomatik yang terjalin antara negara berkenaan dengan Malaysia.

Malaysia selalu memandang serius terhadap konflik apapun yang terjadi di antara negara yang memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Malaysia ini.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Der Spiegel: Intelijen AS Bisa Mengambil Data dari Ponsel Pintar

Der Spiegel: Intelijen AS Bisa Mengambil Data dari Ponsel Pintar

Bradley Manning Bantu Al Qaidah

Bradley Manning Bantu Al Qaidah

San Suu Kyi Sebut ‘Terorisme’ Rakhine jadi Ancaman Regional

San Suu Kyi Sebut ‘Terorisme’ Rakhine jadi Ancaman Regional

Anggota Hai’ah Kibar Ulama Saudi: Wanita Muslim Tak Harus Gunakan Abaya

Anggota Hai’ah Kibar Ulama Saudi: Wanita Muslim Tak Harus Gunakan Abaya

Iran Bantah Rekrut Pengungsi Afghanistan untuk Perang Dukung Assad

Iran Bantah Rekrut Pengungsi Afghanistan untuk Perang Dukung Assad

Baca Juga

Berita Lainnya