Istanbul Kembali Dihajar Hujan Deras, Menimbulkan Kebakaran, Banjir dan Longsor

Sepuluh hari sebelumnya Istanbul didera hujan terbesar sejak 1985.

Istanbul Kembali Dihajar Hujan Deras, Menimbulkan Kebakaran, Banjir dan Longsor

Terkait

Hidayatullah.com—Hujan deras menghajar wilayah Istanbul, Turki, selama berjam-jam sehingga mengakibatkan kebakaran dan banjir, serta longsor di sejumlah bagian kota.

Hujan deras disertai petir turun di Istanbul pada hari Kamis malam (27/7/2017) selama berjam-jam.

Hal tersebut menimbulkan banjir, sehingga transportasi di kota pusat pariwisata Turki itu nyaris lumpuh total.

Kebakaran terjadi di Pelabuhan Haidarpasa ketika sebuah alat derek jatuh menimpa sebuah kapal tanker pengangkut minyak dan menimbulkan ledakan. Beruntung api bisa dilumpuhkan setelah petugas kebakaran tiba di lokasi.

Di tempat terpisah, tembok kompleks pemakaman di daerah Kurtulus di distrik Sisli ambruk dan menyebabkan sejumlah orang di tempat itu terluka. Sedikitnya dua orang terluka akibat tembok runtuh, lapor stasiun televisi swasta NTV seperti dilansir Hurriyet.

Kebakaran juga terjadi di distrik Kagithane. Api berkobar setelah petir menyambar bangunan sebuah toko.

Air merendam badan-badan jalan di kota Istanbul. Tidak hanya itu, stasiun-stasiun kereta bawah tanah juga berubah menjadi kubangan karena dikepung air bah.

Transportasi di Eurasia Tunnel, terowongan di bawah Selat Bosphorus yang menghubungkan wilayah Istanbul di Asia dengan Istanbul di Eropa, sempat ditutup sementara karena hujan deras.

Sejumlah jalan raya bawah tanah, persimpangan jalan, serta stasiun metro (kereta komuter) dan halte bus ditutup. Ribuan orang terkatung-katung di jalan, karena moda transportasi yang mereka tumpangi terhambat hujan dan banjir.

Hujan deras ini datang hanya 10 hari setelah sebelumnya menerpa kota metropolitan itu dan menimbulkan banjir. Menurut pakar-pakar cuaca, hujan pada 18 Juli 2017 selama 12 jam di Istanbul itu setara dengan volume hujan selama 4 bulan dalam kondisi normal. Hujan itu disebut-sebut sebagai yang terparah sejak 1985. (Lihat video di atas)*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !