Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tentara Thailand Tembak Warga Patani saat Hari Raya Idul Fitri

TUNAS
Bagikan:

Tentara Thailand Tembak Warga Patani saat Hari Raya Idul Fitri

Hidayatullah.com–Di akhir pekan perayaan Idul Fitri 2017, pada Jumat (30/06/2017), aparat keamanan Thailand bagian selatan melakukan pengepungan dan menembak mati pria Patani.

Satuan petugas keamanan Thailand yang beroperasi di sebuah kampung Bemang, daerah Raman, di Provinsi Yala menembak pria bernama Lukman Mading yang mencoba melarikan diri ketika hendak ditangkap pihak aparat.

Portal berita Bangkok.Post melaporkan, pembunuhan yang telah menyalahi undang-undang itu terjadi sekitar pukul 20.00 WAP (Waktu Patani) di daerah Bemang.

Ketua Polisi Yala, Mayer Jenderal Krisada Kaewchandee mengatakan, Lukman Mading meninggal ketika terjadi tembak-menembak di sebuah kawasan kebun 20 meter dari rumah satu tingkat yang dialaminya ketika satuan operasi tentara dan polisi coba mengepung rumah itu.

Sebelumnya, Lukman ditahan aparat berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan pada tahun 2013 sampai 2016 terkait lima kasus keselamatan. Di antaranya dituduh memiliki senjata api dan bahan ledakan terlarang, terorisme, dan percobaan membunuh pegawai pemerintah, lansir Utusan.Online, Sabtu  (01/07/2017).

Aparat Thailand dengan latar belakang salah satu rumah yang rusak oleh bekas serangan

Setelah peristiwa kejadian ini, Ketua Komandan Pusat Operasi Tentara Pramuka 41 Yala, Jend.Sitsakd Jenbanchong, bersamaan Jend.Thanuth Pisalsitwath, Komandan Pusat Operasi Khusus menyatakan, tersangka penangkapan kasus keselamatan bergerak dan sembunyikan diri di sebuah rumah no. 163 tempat 4, kawasan Bemang, daerah Raman, provinsi Yala.

Beberapa media setempat sempat mengabadikan bekas peluru-peluru pada dinding akibat pengepungan tentara dan polisi Thailand saat kejadian.

Dan pihak pegawai juga melarang wartawan untuk mengambil foto di tempat kejadian itu. Oleh karenanya pegawai mengaku ini tindakan dari mereka dan melarang keras bagi pihak yang tak terlibat untuk memasuki ke dalam rumah tersebut.

Konflik yang terjadi di Patani, Thailand bagian selatan telah berlangsung lama, masyarakat Muslim di wilayah itu merasakan terus-menerus diperlakukan sewenang-wenang oleh penguasa Thailand.*

Rep: Tunas Online
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Salafi Mesir Terima Demokrasi yang Sesuai Syariat

Salafi Mesir Terima Demokrasi yang Sesuai Syariat

Liburan, Membaca Buku Lebih Mencerdaskan Anak

Liburan, Membaca Buku Lebih Mencerdaskan Anak

Mufti Saudi: ‘ISIS’ Khawarij Abad Ini

Mufti Saudi: ‘ISIS’ Khawarij Abad Ini

Yahudi Ultra-Ortodoks Bentrok dengan Polisi Zionis

Yahudi Ultra-Ortodoks Bentrok dengan Polisi Zionis

Mutawif Wanita Ingin Terjun ke Lapangan

Mutawif Wanita Ingin Terjun ke Lapangan

Baca Juga

Berita Lainnya