Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Turki Selesai Bangun 700 Kilometer Tembok Perbatasan dengan Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Turki sudah selesai membangun tembok sepanjang 700 kilometer di garis perbatasan dengan Suriah, guna menangkal teroris yang berusaha menyusup masuk ke wilayahnya. Menteri Pertahanan Fikri Isik mengatakan tembok serupa akan dibangun di bagian timur Turki yang berbatasan dengan Iran.

Berbicara di parlemen, Isik mengatakan bahwa sebagian besar dari tembok yang berada di 828 kilometer perbatasan dengan Suriah telah selesai dibangun. Daerah perbatasan Turki-Suriah merupakan yang terpanjang, yang bersebelahan dengan negara tetangga.

Isik mengatakan sistem keamanan terintegrasi akan dipasang di sepanjang tembok itu sebagai bagian dari tindakan berjaga-jaga atas ancaman dari luar.

Sistem tersebut terdiri dari penerangan, sensor dan kamera. Untuk memperkuat pengawasan keamanan akan digunakan perangkat elektronik yang dapat terbang tanpa awak (drone) guna memantau keadaan dari atas.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sistem keamanan perbatasan itu akan diaktifkan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Tembok serupa juga sudah mulai dibangun di perbatasan dengan Iran. Sedangkan di perbatasan dengan Iraq, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama.

Kebanyakan daerah perbatasan Turki dengan Suriah merupakan tanah datar, sehingga tembok lebih mudah dibangun. Kondisi yang sama tidak ditemukan di perbatasan Turki dengan Iran, di mana banyak perbukitan dan pegunungan.

“Sementara sistem keamanan perbatasan secara fisik sedang dibangun, kita juga beralih ke sistem rangkap. Sistem itu akan terintegrasi, tembok, jalan, sistem penerangan, sensor serat optik, kamera-kamera, balon udara dan drone,” papar Isik, seraya menambahkan bahwa contoh implementasi dari sistem itu akan segera dilakukan, meskipun kapan waktunya belum dipastikan.

“Tahap kedua akan diimplementasikan segera, sesuai dengan jadwal-jadwal yang sudah ditetapkan di semua perbatasan negara kita setelah pembangunan tembok rampung seluruhnya,” imbuh Isik seperti dikutip Hurriyet Rabu (14/6/2017).

Isik mengatakan sistem tersebut memungkinkan aparat melakukan tindakan pencegahan ketika ada gerakan teroris yang mencoba masuk ke wilayah Turki.

Sebagaimana diketahui, Turki khawatir konflik di Suriah menjadi peluang masuknya milisi-milisi yang dicapnya sebagai teroris, seperti Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan ISIS alias Daesh, ke wilayahnya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sekolah di Amerika Beri Penghargaan “Murid Calon Teroris”

Sekolah di Amerika Beri Penghargaan “Murid Calon Teroris”

Ledakan Bom Mobil di Israel Dinilai Adanya Peningkatan Gerakan Intifada

Ledakan Bom Mobil di Israel Dinilai Adanya Peningkatan Gerakan Intifada

Minggu Paling Berdarah di Suriah: Sekitar Seribu Orang Syahid Dibantai

Minggu Paling Berdarah di Suriah: Sekitar Seribu Orang Syahid Dibantai

Turki Sekarang Juga Impor Gas Alam dari Amerika Serikat

Turki Sekarang Juga Impor Gas Alam dari Amerika Serikat

Gay Malaysia Minta Diperbolehkan Berfestival

Gay Malaysia Minta Diperbolehkan Berfestival

Baca Juga

Berita Lainnya