Dilarang, Gerakan Biarawan Myanmar Anti Islam Berganti Nama

Kalangan Buddha garis keras beberapa bulan terakhir melarang kegiatan agama lain dan memaksa penutupan dua sekolah di Yangon

Dilarang, Gerakan Biarawan Myanmar Anti Islam Berganti Nama
TAA
Biksu dari kelompok Ma Ba Tha menghadiri pertemuan perayaan ulang tahun mereka di Yangon, 27 Mei 2017

Terkait

Hidayatullah.com–Gerakan ultranasionalis pimpinan biarawan Myanmar, Ma Ba Tha, memutuskan mengganti nama setelah otoritas Buddha melarang kelompok yang sering dituduh anti-Islam tersebut.

Kelompok yang berganti nama  menjadi Buddha Dhamma Philanthropy Foundation (Yayasan Filantropis Buddha Dhamma) ini menguat di bawah rezim militer sebelumnya dengan mengusung nasionalisme Buddha yang kemudian memicu ketegangan sektarian dengan minoritas Muslim.

Otoritas Buddha Myanmar, yang dalam beberapa bulan terakhir merenggangkan hubungan dengan Ma Ba Tha, memutuskan untuk melarang seluruh aktivitas kelompok ini terhitung mulai pertengahan Juli, kata kantor berita AFP.

Sebelumnya, para tokoh agama Buddha Myanmar men-deadline Ma Ba Tha segera menghentikan seluruh kegiatannya pada pertengahan Juli nanti jika tidak ingin dijatuhi sanksi.

Jika Ma Ba Tha tetap melakukan kegiatan, otoritas Buddha Myanmar akan membawa kelompok ini ke pengadilan.

Baca:  Pidato Biksu Ashin Yang Memicu Kebencian Pada Muslim Rohingya

Namun ancaman ini tidak mengendurkan ribuan biarawan, biarawati, dan simpatisan mereka untuk menghadiri pertemuan di Yangon, hari Ahad (28/05/2017). Banyak di antaranya yang menyatakan mereka tidak akan mundur.

“Jika Anda menulis Ma Ba Tha, Anda bisa menghapus kata-kata itu, tapi tidak ada yang bisa menghapus Ma Ba Tha dari hati Anda,” kata pemimpin Tilawka Biwuntha pada pertemuan tersebut sebagaimana dikutip laman straitstimes.com.

Tutup ‘masjid’ di Yangon

Ma Ba Tha selama ini dinilai menyebarkan Islamophobia oleh para tokoh Buddha di Myanmar.

Sementara itu, pihak Ma Ba Tha justru menyarankan anggotanya mengubah nama menjadi Yayasan Filantropi Buddha Dhamma.

“Kami mendesak para anggota di semua daerah dan negara bagian untuk bekerja bagi negara, rakyat, dan agama dengan menggunakan nama Yayasan Filantropi Buddha Dhamma,” demikian pernyataan tertulis yang ditandatangani pemimpin biawaran, Tilawka Biwuntha dikutip BBC.

Baca:  Biksu Pendukung Kekerasan Etnis Rohingnya adalah ‘Biksu Palsu’

Beberapa kalangan menilai bahwa nama baru jauh lebih lunak dibandingkan Ma Ba Tha, yang artinya  ‘Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama’.

Salah satu tokoh Ma Ba Tha adalah biarawan radikal Wirathu yang dikenal aktif menyuarakan gagasan bahwa agama Buddha di Myanmar terancam oleh Islam.

Komunitas Muslim telah hidup di Myanmar selama beberapa abad, namun jumlahnya hanya 5% dari total penduduk.

Menurut AFP kalangan Buddha garis keras dalam beberapa bulan terakhir melarang kegiatan agama lain dan memaksa penutupan dua sekolah di Yangon yang mereka katakan tak punya izin untuk berfungsi sebagai tempat ibadah.

Polisi telah menahan beberapa figur nasionalis belum lama ini menyusul bentrok di perkampungan Muslim di Yangon, yang dipicu dengan penggerebekan terhadap beberapa rumah yang dicurigai menampung orang-orang Muslim Rohingya.*

Rep: Ama Farah

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !