Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Oposisi Syiah Iraq Desak Saudi-Iran Lakukan Dialog

AP
Pemimpin Syiah Iraq Moqtada al-Sadr
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemimpin oposisi Iraq dan tokoh Syiah Moqtada al-Sadr hari Senin mendesak pemerintah Arab Saudi dan Iran untuk terlibat dalam “dialog serius” dengan maksud untuk mencegah  “perang sektarian”  di wilayah tersebut.

“Kami senang dengan perkembangan positif baru-baru ini dalam hubungan Saudi-Irak. Kami berharap ini adalah awal dari penurunan ketegangan sektarian di wilayah Arab dan Muslim,” ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (16/05/2017).

Tokoh oposisi di Iraq itu kemudian mengatakan, pihak yang paling merugi dari konflik sektarian di Timur Tengah adalah warga dari negara di kawasan, termasuk di dalamnya masyarakat Iran dan Saudi.

“Kami berharap ini adalah awal dari de-eskalasi ketegangan sektarian di wilayah Arab dan Muslim,” tambahnya.

“Tapi beberapa negara di kawasan ini, di mana media telah berfungsi untuk memperparah ketegangan, menentang pendekatan ini,” kata al-Sadr.

Baca: Pangeran Saudi Tolak Dialog, Sindir Iran Berambisi Kuasai Dunia Islam

Dia menambahkan, satu-satunya korban ketegangan  sectarian adalah orang-orang Suriah, Yaman, Bahrain, Pakistan, Afghanistan, Burma, Iran, Arab Saudi dan lainnya.

Alih-alih melawan tiga serangkai kejahatan, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel dan ISIS, negara-negara Muslim saling bertengkar dan memfokuskan agresi mereka pada rakyat mereka sendiri.

Karenanya ia mendesak Iran dan Arab Saudi ” menahan diri” dan membiarkan rakyat menentukan nasib mereka sendiri.

Baca:  Arab Saudi Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Ketegangan meningkat antara negara-negara Teluk dan Iran sejak Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran awal tahun lalu setelah dua misi diplomatik Saudi di Iran diserang oleh para pemrotes Iran pasca eksekusi seorang tokoh Syiah terkemuka di Arab Saudi, Al Nimr.

Arab Saudi dan sekutunya di Teluk selema ini mengatakan Teheran selalu mendukung milisi bersenjata Syiah al-Houthi di Yaman, yang menguasai sebagian besar negara itu pada tahun 2014.

Konflik enam tahun di Suriah – di mana Iran dan negara-negara Teluk mendukung Rezim Bashar al Assad– juga ikut berkontribusi terhadap kemunduran hubungan Arab-Iran.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bashar Assad Desak Rakyatnya Bayar Tagihan Telepon

Bashar Assad Desak Rakyatnya Bayar Tagihan Telepon

Pusat Bisnis Nigeria Lagos Larang Ojek Masuk Jalan Utama

Pusat Bisnis Nigeria Lagos Larang Ojek Masuk Jalan Utama

Calon Direktur CIA John Brennan Muslim?

Calon Direktur CIA John Brennan Muslim?

Hukum Mesir Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam

Hukum Mesir Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam

Paus Akan Bertemu Masyarakat Yahudi dan Muslim di Jerman

Paus Akan Bertemu Masyarakat Yahudi dan Muslim di Jerman

Baca Juga

Berita Lainnya